Identitas Korban Epstein Bocor, Departemen Kehakiman AS Tarik Dokumen

Identitas Korban Epstein Bocor, Departemen Kehakiman AS Tarik Dokumen

WASHINGTON (HALOBISNIS) - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengumumkan telah menarik ribuan dokumen dan materi media terkait kasus mendiang miliarder Jeffrey Epstein. Hal itu dilakukan karena dokumen bersangkutan diduga memuat informasi yang dapat mengidentifikasi korban.

Penarikan dilakukan setelah muncul protes dari para korban dan kuasa hukum mereka. Dalam pernyataan pada Senin (2/2/2026), DOJ menyebut kesalahan tersebut terjadi akibat kesalahan teknis atau human error sejak dokumen gelombang terbaru mulai dirilis ke publik pada Jumat (30/1/2026).

Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York, Jay Clayton, mengatakan hampir seluruh dokumen yang dipermasalahkan oleh korban atau pengacara mereka telah diturunkan dari situs publik. Clayton, jaksa dalam kasus perkara perdagangan seks Epstein dan rekan dekatnya Ghislaine Maxwell, diketahui mengumumkan penarikan dokumen itu dalam surat kepada para hakim federal New York.

Clayton menjelaskan pihaknya terus memperbarui prosedur penanganan dokumen setelah adanya permintaan dari korban dan pengacara agar proses peninjauan dan penyamaran (redaksi) data diperbaiki. Ia menegaskan setiap dokumen akan segera diturunkan dari situs publik jika korban melaporkan adanya informasi yang seharusnya disamarkan.

“Keberatan tersebut kemudian dievaluasi sebelum versi dokumen yang sudah disunting dapat diunggah kembali, idealnya dalam waktu 24 hingga 36 jam,” tulis Clayton dalam surat itu, seperti dilansir dari AP.

Jeffrey Epstein ditangkap kejaksaan federal Amerika Serikat saat tiba dari Prancis pada 2019. Ia didakwa atas tuduhan perdagangan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. 

Namun, sebelum sempat diadili dalam sidang terbuka, Epstein ditemukan meninggal dunia di dalam selnya. Kematian yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri, memicu kontroversi global dan berbagai spekulasi dari sejumlah pihak.

Dampak kesalahan redaksi dari dokumen kasus yang dirilis DOJ ini, salah satunya mencuat di pengadilan federal New York pada Senin (2/2/2026) waktu setempat. Pengacara tiga broker properti kelas atas, yakni Tal, Oren, dan Alon Alexander mengajukan permohonan mistrial.

Pengacara ketiganya, Deanna Paul, menyatakan pemerintah telah merusak kemungkinan persidangan yang adil setelah nama kliennya muncul dalam sejumlah dokumen Epstein yang dirilis ke publik tanpa penyamaran yang semestinya.

“Pemerintah, melalui tindakannya sendiri, telah menghancurkan kemungkinan persidangan yang adil dalam perkara ini,” kata Paul.

“Saya memahami posisi pengadilan,” ujar jaksa penuntut umum Elizabeth Espinosa dalam persidangan itu.

Espinosa mengaku tidak mengetahui bagaimana dokumen yang menyebut nama Alexander bersaudara bisa ikut masuk dalam kumpulan dokumen terkait Epstein. Namun, ia mengonfirmasi setidaknya satu dokumen memang seharusnya telah disamarkan dengan benar dan telah ditarik dari peredaran publik.

Espinosa juga menjelaskan sisa dokumen Epstein yang belum dirilis terutama berkaitan dengan perkara perdata dan kemungkinan memerlukan persetujuan hakim sebelum dapat dipublikasikan.

Berita Lainnya

Index