PEKANBARU – SMA Negeri Plus Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi bersama Komite Sekolah dan Paguyuban Kelas pada Jumat (31/7/2026) di Ruang TRC sekolah. Pertemuan tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komite dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta pelayanan bagi peserta didik pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
Rapat yang dihadiri oleh Kepala Sekolah Edi Sutono, Pengurus Komite Sekolah, Orang Tua Peserta Didik (OTPD), serta perwakilan Paguyuban Kelas ini menghasilkan sejumlah komitmen strategis. Fokus utama pembahasan meliputi penguatan budaya literasi, optimalisasi perpustakaan, peningkatan prestasi akademik melalui persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), hingga pemenuhan sarana prasarana asrama.
Kepala SMA Negeri Plus Provinsi Riau, Edi Sutono, menekankan pentingnya lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Ia menyatakan bahwa pencapaian prestasi siswa tidak hanya bergantung pada proses akademik di kelas, tetapi juga memerlukan dukungan menyeluruh terkait kehidupan asrama, ekstrakurikuler, dan transportasi kompetisi.
"Diperlukan kepedulian dan kebersamaan seluruh pihak, yaitu sekolah, Komite, OTPD, dan Paguyuban Kelas. Semangat gotong royong yang telah terbangun harus terus dipelihara agar kebutuhan peserta didik dapat dipenuhi secara bertahap," ujar Edi dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Zulfan Effendi dalam paparannya menjabarkan peran komite sebagai mitra strategis. Ia melaporkan berbagai dukungan yang telah direalisasikan, mulai dari bantuan transportasi lomba, konsumsi kegiatan siswa, hingga pemenuhan fasilitas asrama seperti pemasangan lampu darurat, kipas angin, CCTV, monitor, dan kawat nyamuk.
Sebagai tindak lanjut koordinasi, Komite Sekolah akan mendistribusikan formulir daring (Google Form) kepada seluruh grup OTPD dan Paguyuban Kelas. "Langkah ini diambil untuk memetakan bentuk partisipasi dan dukungan orang tua terhadap program-program sekolah ke depan," kata Zulfan.
Selain aspek fasilitas, rapat juga menyoroti pengembangan potensi siswa. Sekolah berencana melakukan pendataan bakat, minat, dan cita-cita peserta didik sebagai dasar penyusunan program pembinaan yang lebih terarah. Terkait akademik, usulan penyelenggaraan bimbingan belajar, khususnya Bahasa Inggris, dengan memanfaatkan fasilitas sekolah mendapat perhatian serius.
Dalam sesi diskusi, muncul sejumlah masukan konstruktif dari peserta. Di antaranya adalah koordinasi pengadaan buku penunjang pembelajaran dan Olimpiade Sains, serta peningkatan publikasi kegiatan sekolah melalui program "Satu Hari Satu Postingan". Serta penjajakan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk rencana kolaborasi dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi demi mewujudkan SMAN Plus Provinsi Riau sebagai sekolah unggul, berprestasi, dan berkarakter. Seluruh pihak sepakat bahwa transparansi komunikasi dan gotong royong menjadi kunci utama dalam menyediakan layanan terbaik bagi para peserta didik.