PEKANBARU - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas amanah yang diberikan Presiden Republik Indonesia kepada Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., M.B.A.sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Bagi keluarga besar Tani Merdeka Indonesia, khususnya DPD Kota Pekanbaru Provinsi Riau, kepercayaan yang diberikan kepada sosok yang akrab disapa Mas Dar tersebut merupakan momentum penting dalam memperkuat keterhubungan antara program ketahanan pangan, pemberdayaan petani dan nelayan, serta peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia yang selama ini aktif mengawal berbagai program pembangunan sektor pertanian nasional, Dr. Sudaryono dikenal sebagai figur yang memiliki pemahaman komprehensif terhadap persoalan pangan mulai dari tingkat pusat hingga akar rumput. Pengalaman panjangnya berinteraksi dengan petani, nelayan, peternak, kelompok tani, kelompok pembudidaya ikan, pelaku UMKM, hingga organisasi masyarakat menjadi modal penting dalam mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Bagi Tani Merdeka Indonesia, sosok Dr. Sudaryono bukanlah figur yang asing. Beliau merupakan Pembina Utama Tani Merdeka Indonesia yang selama ini memberikan perhatian besar terhadap penguatan kapasitas organisasi, peningkatan produktivitas petani dan nelayan, serta pembangunan ekosistem pangan nasional yang berkelanjutan.
Figur yang Memahami Denyut Nadi Petani dan Nelayan
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekanbaru, Abdul Hamid M. Sihite, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat atas amanah baru yang diberikan kepada Dr. Sudaryono.
Menurutnya, Mas Dar merupakan sosok pemimpin yang kapabel, kompeten, dan memiliki integritas tinggi dalam menjalankan setiap amanah yang diberikan negara.
Penilaian tersebut tidak hanya didasarkan pada rekam jejak beliau sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, tetapi juga pengalaman interaksi langsung dalam berbagai kegiatan Tani Merdeka Indonesia sebagai Pembina Utama.
"Saya menilai Mas Dar adalah figur yang sangat kapabel, kompeten, dan memiliki integritas yang kuat. Beliau memahami persoalan pertanian, perikanan, peternakan, UMKM, serta pembangunan ekonomi kerakyatan secara utuh. Yang paling penting, beliau tidak pernah berjarak dengan masyarakat kecil. Beliau mendengar dan memahami langsung apa yang dirasakan petani dan nelayan di lapangan," ujar Abdul Hamid.
Ia mengungkapkan, penilaian tersebut semakin menguat saat mengikuti Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan I di Ciawi, Bogor, pada Mei 2026 yang diikuti para Ketua DPW TMI se-Indonesia.
Dalam forum tersebut, peserta berdialog langsung dengan Dr. Sudaryono mengenai berbagai persoalan strategis sektor pertanian dan perikanan nasional. Berbagai aspirasi daerah, termasuk kondisi petani dan nelayan di Provinsi Riau, disampaikan secara terbuka.
"Kami melihat langsung bagaimana beliau mendengarkan setiap masukan dari daerah dengan penuh perhatian. Beliau memahami tantangan petani dan nelayan, mulai dari persoalan produksi, distribusi, pemasaran, hilirisasi, hingga peningkatan kesejahteraan. Sikap seperti ini sangat dibutuhkan dalam kepemimpinan nasional," katanya.
Hilirisasi Menjadi Kunci Nilai Tambah
Menurut Abdul Hamid, dalam berbagai kesempatan dialog bersama jajaran Tani Merdeka Indonesia, Dr. Sudaryono selalu menekankan pentingnya hilirisasi sebagai instrumen utama meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.
Keberhasilan sektor pertanian dan perikanan, katanya, tidak cukup hanya diukur dari besarnya produksi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui pengolahan hasil produksi.
Pandangan tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi Provinsi Riau yang memiliki potensi besar di sektor perkebunan, pertanian, perikanan, peternakan, serta UMKM berbasis pangan, namun masih memerlukan penguatan di sektor hilirisasi agar manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat.
Pangan dan Gizi Tidak Bisa Dipisahkan
Abdul Hamid menilai pengalaman Dr. Sudaryono di sektor pertanian akan menjadi kekuatan tersendiri dalam memimpin Badan Gizi Nasional.
Menurutnya, persoalan gizi nasional tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan pembangunan sektor pangan. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, berkualitas, dan terjangkau merupakan fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.
Ke depan, sinergi antara produksi pangan lokal, pemberdayaan petani dan nelayan, penguatan UMKM pangan, serta program pemenuhan gizi masyarakat diharapkan berjalan semakin efektif dan terintegrasi.
"Petani yang sejahtera, nelayan yang berdaya, peternak yang produktif, serta UMKM yang berkembang akan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya kedaulatan pangan sekaligus kedaulatan gizi nasional," ujarnya.
Komitmen TMI Mengawal Program Kerakyatan
Sebagai organisasi yang menghimpun petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, Poktan, Pokdakan, Korcam, Kordes, hingga pengurus daerah dan wilayah, Tani Merdeka Indonesia berkomitmen terus mendukung program-program pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
DPD Tani Merdeka Indonesia Kota Pekanbaru bersama DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Riau akan terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pertanian modern, perikanan berkelanjutan, peternakan terpadu, hilirisasi produk pangan, serta penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.
Optimisme Menuju Indonesia Emas 2045
Bagi keluarga besar Tani Merdeka Indonesia DPD Kota Pekanbaru, penunjukan Dr. Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menghadirkan optimisme baru bagi terwujudnya cita-cita besar Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat pangan dan berdaulat gizi.
"Kami optimistis di bawah kepemimpinan Mas Dar, sinergi antara pembangunan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat akan semakin kuat. Semoga amanah ini menjadi ikhtiar bersama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," tutup Abdul Hamid.
"Ketahanan Pangan adalah Fondasi Kedaulatan Bangsa. Kedaulatan Gizi adalah Investasi Masa Depan Indonesia."