PEKANBARU (HALOBISNIS) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto memberikan tugas khusus kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Riau, Renaldi yang baru diberi dilantik.
Renaldi dilantik Plt Gubri sebagai Sekwan DPRD Riau bersamaan dengan Direktur RSUD Arifin Achmad Riau, Yusi Prastiningsih pada, Kamis (5/2/2026) di Gedung Daerah Riau, Jalan Diponegoro Pekanbaru.
"Saya menyampaikan secara tegas di sini. Saya tidak mengenal Pak Renaldi, dan bapak juga tidak kenal Saya. Tapi Alhamdulillah bapak jadi Sekwan. Saya bekali-kali menyampaikan, bahwa pelantikan ini hasil seleksi yang dilakukan pansel," kata Plt Gubri.
"Jadi jangan takut gak ada dukunga family, gak ada duit untuk menjadi pejabat. Buktinya saya tak kenal beliau, tapi jadi kepala OPD. Tapi saya minta dan pesan bekerjalah dengan baik," tambahnya.
SF Hariyanto mengatakan, jika dulu pegawai sudah bertugas di Bapenda Riau. Namun saat ini orang lebih suka di Sekwan Riau.
"Awalnya saya heran, rupanya tau-taunya banyak gula-gula yang bertaburan di Sekwan. Manis di Sekwan ini. Saking manisnya, banyak pejabat-pejabat keluar dari Sekwan itu pakai baju oranye. Itu karena banyak gula-gula di Sekwan," sebutnya.
Plt Gubri juga menyinggung soal kasus SPPD fiktif di Sekwan yang jumlahnya ratusan miliar, serta uang kas yang dicuri sekuar Rp3 miliar lebih belum selesai.
"Kalau bapak masuk di Sekwan banyak masalah, godaan di situ besar. Kalau tidak ada iman lewat. Maka saya titip jaga lah Sekwan, jaga marwah Riau. Saya tidak mau lagi tahun 2026 ada temuan SPPD fiktif di sana. Ingat itu pak. Jadi saya pesan kepada Pak Sekwan dan Pak Sekda, segera selesaikan temuan-temuan yang tergantung," tegasnya.
Selain itu, Plt Gubri juga meminta Sekwan yang baru berkoordinasi dengan Sekdaprov Riau dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau membersihkan pegawai yang terlibat kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif.
"Saya minta Pak Sekwan, Pak Sekda dan BKD hasil dari tindaklanjut permasalahan SPPD fiktif, segera keluar dan pindahkan semua pemain lama, ganti pemain baru," tegasnya lagi.
"Pak Sekda dan Pak Sekwan tolong bulan ini harus bisa tuntas, keluarkan semua agar tidak ada pemain lama lagi di situ (Sekwan). Yang jago-jago dan doktor-doktor nipu tiket palsu, boording palsu, hotel palsu ganti semua dengan pemain baru. Saya tidak main-main, kalau bapak tidak bekerja menyelesaikan masalah temua ini. Maka selesai lah bapak," katanya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Sekwa DPRD Riau, Renaldi menegaskan bahwa langkah tegas perlu diambil agar praktik serupa tidak kembali terjadi di lingkungan Sekretariat DPRD Riau.
"Kami akan segera menindaklanjuti arahan Plt Gubernur. Pegawai yang terlibat SPPD fiktif dan telah merugikan keuangan daerah akan dipindahkan, supaya tidak ada lagi praktik-praktik yang mencoreng institusi Sekretariat DPRD Riau," kata Renaldi.
Dia menegaskan, langkah awal yang ditempuh adalah berkoordinasi dengan Inspektorat Provinsi Riau untuk memastikan siapa saja pegawai yang terbukti terlibat. Setelah itu, pihaknya akan melanjutkan koordinasi dengan BKD Riau guna memproses pemindahan pegawai tersebut ke OPD lain.
"Tahapannya jelas. Kita pastikan dulu data dan hasil pemeriksaan dari Inspektorat, lalu kita koordinasikan dengan BKD untuk proses pemindahannya," sebutnya.
Renaldi menargetkan proses ini dapat diselesaikan secepat mungkin, sehingga komposisi pegawai di Sekretariat DPRD Riau benar-benar diisi oleh SDM yang baru dan bersih.
"Kami ingin orang-orang di sekwan ini fresh. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali selama saya menjabat," tutupnya.