PEKANBARU- PSPS Pekanbaru nyaris tidak ada harapan untuk lolos babak empat besar sekaligus perebutan tiket ke Liga 1 Indonesia. Terpuruk di dasar klasemen dan dibayangi zona degradasi, sangat sulit bagi PSPS untuk mencapai target tersebut.
Ditambah lagi PSPS saat ini tengah mengalami krisis pemain yang mengakibatkan Askar Bertuah tak tampil di mode terbaiknya. Bahkan baru-baru ini PSPS dikalahkan Persikad Depok 2-3 di Stadion Kaharuddin Nasution, yang merupakan markas Askar Bertuah.
Kekurangan pemain menjadi faktor utama PSPS belum bisa kembali tampil prima di musim ini. Terlebih di lini pertahanan, yang baru saja "diobok-obok" oleh Persikad dengan tiga gol dalam babak pertama.
Rapuhnya pertahanan PSPS akan memudahkan lawan-lawannya untuk mencetak gol.
Mengantisipasi hal itu, Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, telah melakukan penjajakan pemain asing dan juga lokal. Bahkan, pemain-pemain yang diincar Aji Santoso sudah siap untuk dikontrak oleh PSPS.
Namun masalahnya, pemain-pemain tersebut belum bisa dimainkan sebelum transfer window dibuka. Sesuai jadwal, transfer pemain tersebut akan dibuka pada 2 Januari 2026 mendatang.
Dengan jadwal itu, maka Aji Santoso baru bisa memainkan pemain anyarnya pada pertandingan ke-16. Sementara untuk pertandingan ke-14 dan 15, Aji Santoso hanya bisa memainkan skuad PSPS yang ada saat ini.
Terkait hal itu, Aji Santoso, mengaku akan menunggu hasil dua pertandingan kedepan. Dirinya berharap, dua pertandingan kedepan PSPS mampu memenangkan pertandingan dengan skuad seadanya.
Namun yang pasti, ia menjanjikan PSPS akan lebih baik ketika semua pemain barunya bisa masuk dalam tim. Ia yakin, kekuatan PSPS akan lebih kuat dengan adanya pemain baru termasuk dua pemain asingnya.
"Kita lihat dua pertandingan kedepan seperti apa. Tapi saya sudah sampaikan kalau nanti transfer window dibuka, kekuatan kami pasti akan lebih kuat. Karena saya sudah mengetahui bagaimana kualitas pemain-pemain baru kita, terutama pemain asing yang sudah kita miliki, dan mereka cukup menjanjikan," ungkapnya.