Pengamat Ekonomi Ingatkan Dampak Banjir Sumut–Sumbar ke Riau, Sebut Harga Pangan Terancam Meroket

Pengamat Ekonomi Ingatkan Dampak Banjir Sumut–Sumbar ke Riau, Sebut Harga Pangan Terancam Meroket

PEKANBARU (HALOBISNIS) - Musibah banjir, banjir bandang, dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), serta Sumatera Barat (Sumbar) dalam dua hari terakhir dinilai berpotensi memicu gejolak harga pangan di Provinsi Riau. Pasalnya, sebagian besar pasokan bahan makanan untuk Riau berasal dari kedua provinsi tersebut.

Pengamat Ekonomi Riau Dahlan Tampubolon menyebut kondisi ini patut diwaspadai, mengingat banyak jalur utama yang terputus akibat bencana.

“Riau ini pasokan bahan pangannya banyak dari Sumut dan Sumbar. Jadi kalau jalan terputus, barang-barang dari sana susah masuk ke Riau,” ujar Dahlan, Jumat (28/11/2025).

Menurutnya, gangguan distribusi ini dapat menjadi pemicu awal kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Jalur logistik yang rusak membuat biaya transportasi melonjak karena truk pengangkut bahan pangan harus mencari rute alternatif yang lebih jauh, atau bahkan tidak bisa melintas sama sekali.

“Kondisi jalan yang parah ini, otomatis membuat biaya transportasi melambung tinggi. Waktu tempuh makin lama, BBM makin banyak, risiko barang rusak juga tinggi. Biaya-biaya tambahan inilah yang nanti dibebankan ke harga jual di pasar Riau. Jadi, jangan heran nanti harga cabai, bawang, atau ikan di pasar kita langsung naik kayak roket,” katanya.

Dahlan menjelaskan bahwa situasi ini dapat memicu inflasi dari sisi penawaran (supply-side inflation). Pasokan barang ke Riau berkurang drastis, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi, ketidakseimbangan inilah yang membuat harga mudah meroket.

“Perbaikan infrastruktur itu makan waktu berminggu-minggu. Harga-harga yang sudah naik susah untuk turun lagi. Apalagi kalo musim hujan ini masih terus-terusan bikin banjir susulan, makin parah lah pasokan barang,” tambahnya.

Kenaikan harga pangan juga berpotensi menular ke sektor lainnya. Harga makanan di warung hingga rumah makan diperkirakan ikut terkerek karena biaya modal meningkat. Kondisi ini, kata Dahlan, dapat menggerus daya beli masyarakat Riau.

Secara konkret, ia memprediksi potensi inflasi Riau akan meningkat terutama pada kelompok Volatile Food, yang selama ini menjadi komponen paling mudah terpengaruh gangguan suplai.

“Kita bisa lihat langsung di pasar, harga pasti cepat kali naik karena kelangkaan (scarcity) dan biaya logistik yang gila-gilaan,” ungkapnya.

Ia mendorong pemerintah daerah dan pusat bergerak cepat mencari solusi distribusi alternatif atau langkah darurat untuk meminimalkan dampak terhambatnya pasokan pangan. 

“Pemerintah Riau dan pusat harus gerak cepat cari solusi logistik alternatif atau minimalkan jalur distribusi yang terganggu itu, biar harga-harga kebutuhan pokok jangan sampai gak terkendali dan masyarakat Riau gak makin tercekik harga mahal,” tegasnya.

Berita Lainnya

Index