PEKANBARU (HALOBISNIS) - Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memberi target tinggi untuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mencapai pendapatan pajak di tahun 2026 ini yakni Rp1,308 Triliun.
Diketahui tahun 2025 pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp1,175 Triliun. Artinya ada sekitar Rp200 miliar target yang harus dicapai tahun ini.
"Saya berterima kasih kepada Bapenda yang dikomandoi Plt (Pelaksana Tugas) Kaban (kepala Badan) Tengku Denny yang telah bekerja keras tahun 2025, ini adalah capaian terbesar dari 5 tahun terakhi, ntuk tahun 2026 kita tingkatkan target Rp 1,3 T," kata Agung, Selasa (6/1/2026).
Sementara itu, Plt Kaban Bapenda Tengku Denny Muharman mengatakan, ia beserta jajaran sesuai arahan Walikota siap ubtuk menjaga tren positif di tahun 2026, agar dapat mencapai target tahun ini.
Tengku Denny menyebut, tim Bapenda Pekanbaru terus berupaya menggenjot potensi pendapatan pajak daerah. Mereka berupaya menggenjot beberapa sektor pajak daerah di antaranya pajak restoran, BPHTB, hiburan, reklame hingga perhotelan.
"Kami akan genjot potensi di beberapa sektor ini, guna meningkatkan pendapatan daerah tahun 2026," terang Denny.
Denny menyebut, salah satu upaya untuk menggenjot pendapatan daerah di Kota Pekanbaru dengan pendataan terpadu. Mereka mulai menyasar potensi pendapatan daerah dari berbagai sektor pajak daerah mulai Januari 2026.
"Kami mulai dari awal Januari ini, agar potensi pajak dari berbagai sektor yang belum terdaftar, maka kami daftarkan," paparnya.
Denny menilai pendataan terpadu ini guna melihat potensi pajak daerah selama sebelas bulan ke depan. Mereka mulai menyasar berbagai potensi sektor pajak yang belum terdata.
"Semua sektor pajak kita datangi, guna melakukan pendataan secara menyeluruh. Bukan hanya reklame atau restoran, tapi juga PBB sektor perkotaan," katanya.