(HALOBISNIS) KEMENANGAN menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar bagi Askar Bertuah PSPS Pekanbaru saat menjamu Garudayaksa FC
dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship musim 2025-2026 di Stadion Kaharuddin Nasution , Senin (24/11/2025).
Garudayaksa FC bukan tim sembarangan, saat ini merupakan tim pemuncak klasemen Grup A dengan catatan impresif, mengemas 24 poin dari 11 pertandingan. Tim ini sudah mencetak 26 gol dan baru kebobolan 7 kali.
Sementara , PSPS Pekanbaru berada di posisi kedelapan, namun selisih poin yang tipis membuat peluang merangkak ke papan tengah masih terbuka. Tekanan besar juga ada di pihak Garudayaksa. FC yang ingin menjaga jarak dari Adhyaksa di posisi kedua dengan 20 poin.
Skuad Askar Bertuah PSPS yang berada dalam tren positif bakal berjibaku untuk memperbaiki posisi. Kemasan 14 poin dan performa yang mulai stabil dalam tiga laga terakhir membuat tim besutan Aji Santoso semakin percaya diri bermain di hadapan suporter fanatiknya.
Ya pada pertemuan pertama di Cibinong, PSPS sukses menahan imbang Garudayaksa FC dengan skor 2-2. Hasil tersebut disebut pelatih PSPS, Aji Santoso, sebagai modal penting untuk menghadapi duel kandang kali ini.
Aji memastikan seluruh pemain siap tampil kecuali Zidan yang absen akibat kartu merah. Namun, posisi yang ditinggalkan sudah disiapkan pengganti. “Kami bermain di kandang sendiri, jadi targetnya harus lebih baik dari pertemuan pertama,” ungkap Aji Santoso saat konferensi pers, Ahad (23/11/2025).
Meski menghadapi tim bertabur pengalaman beberapa pemain Garudayaksa FC pernah merasakan atmosfer Liga 1, Aji Santoso tidak akan mengubah filosofi permainan. Dimana, ia menegaskan tetap mengandalkan organisasi tim, bukan strategi man to man marking. “Lawan siapapun, saya tidak pernah menerapkan marking individu. Fokus kami tetap pada kolektivitas,” papar Aji Santoso.
Aji menuturkan, PSPS Pekanbaru kembali turun tanpa kekuatan asing secara penuh. Jeferson masih menjalani sanksi, sementara Kurbonboev dan Alex belum mencapai kondisi optimal. Dengan situasi tersebut, PSPS Pekanbaru kembali mengandalkan pemain lokal untuk menjaga ritme permainan.
Aji Santoso memberi penekanan khusus pada lini belakang agar tidak melakukan kesalahan elementer. Ia menyebut kekeliruan individu bisa menjadi bumerang seperti batu kecil yang memicu longsor besar. “Kalau taktikal dijalankan maksimal dan pemain bertahan tidak membuat kesalahan, saya rasa kita aman,” sebut Aji Santoso
Dalampada itu, pemain PSPS Pekanbaru Asir Aziz mengatakan melawan tim Garudayaksa FC ia bersama rekan-rekan sudah siap dan berusaha sekuat tenaga untuk bermain maksimal , sehingga bisa memenangkan laga, terlebih lagi main di kandang tentu peluang sangat terbuka lebar untuk raih poin.
Coach Aji mengaku optimistis dengan dukungan penuh suporter dan motivasi tinggi sebelum jeda kompetisi, PSPS Pekanbaru mampu mencatatkan kemenangan penting di kandang sendiri. Kemenangan menjadi harga mati di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai.