Seminar Pendidikan Digelar di Riau, Tingkatkan Kualitas Pengajaran di Sekolah

Seminar Pendidikan Digelar di Riau, Tingkatkan Kualitas Pengajaran di Sekolah

PEKANBARU (HALOBISNIS) - Forum Musyawarah Kerja Komite SMA /SMK dan SLB Negeri (FMKKS) Provinsi Riau menggelar seminar pendidikan bersama cerdaskan anak negeri, di Auditorium H Wan Ghalib Dispersip, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau Kamis (5/2/2025). 

Seminar pendidikan tersebut, mengangkat tema “Tumbuh Kembangkan Rasa Aman, Nyaman, Menyenangkan dan Berbudaya Prestasi Peserta Didik di Sekolah”. 

Untuk diketahui, seminar ini diikuti oleh 250 kepala sekolah dari 12 kabupaten kota se-Riau. Turut hadir pada kegiatan seminar itu, Kadisdik Riau Erisman Yahya, Ketua DWP Riau Herawati Abdi, Kabid SMA Disdik Riau Nasrol Akmal dan tamu undangan lainnya. 

Dalam sambutan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kadisdik Riau Erisman Yahya menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Riau memandang pendidikan sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah. 

“Hal ini tertuang secara jelas dalam RPJMD Provinsi Riau Tahun 2025-2029, di mana misi pertama pembangunan daerah adalah membangun manusia yang sehat dan berkualitas melalui pelayanan pendidikan, kesehatan yang merata dan berkeadilan serta keberpihakan pada disabilitas dan kelompok marginal,” kata Erisman Yahya.

Data dalam RPJMD menunjukkan bahwa pendidikan Riau mengalami kemajuan, namun masih memerlukan penguatan. Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Provinsi Riau pada tahun 2024 tercatat 9,43 tahun, meningkat dari 9,14 tahun pada tahun 2020. “Kedepannya, RPJMD menargetkan RLS dapat meningkat secara bertahap hingga sekitar 10,55- 10,56 tahun pada tahun 2029, sebagai bagian dari percepatan wajib belajar 13 tahun,”  ujarnya. 

Lanjut Erisman, sejalan dengan itu, Harapan Lama Sekolah (HLS) pada tahun 2024 berada pada angka 13,42 tahun. Target RPJMD adalah meningkatkan HLS secara konsisten hingga sekitar 13,84-13,93 tahun pada tahun 2029.

“Angka ini menunjukkan bahwa peluang anak-anak Riau untuk bersekolah itu semakin besar, namun pemerataan antarwilayah masih harus terus kita dorong agar dapat memberikan pendidikan yang adil dan layak kepada anak bangsa,” ungkap Erisman.

Sementara itu, dari sisi akses pendidikan menengah, Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 16-18 tahun pada tahun 2024 yang lalu berada di angka 78,49 persen. Melalui berbagai intervensi kebijakan, RPJMD menargetkan APS ini dapat meningkat secara bertahap hingga 82,34 persen pada tahun 2029 mendatang.

“Untuk peserta didik penyandang disabilitas, APS pendidikan khusus meningkat dari 56,75 persen pada tahun 2024 dan ditargetkan mencapai sekitar 78,41 persen pada akhir periode RPJMD,” harapnya.

Dalam konteks mutu pembelajaran, hasil Asesmen Nasional juga turut menunjukkan tren yang menggembirakan. Capaian literasi SMA di Provinsi Riau meningkat dari 62,84 pada tahun 2021 menjadi 73,30 pada tahun 2024, sementara literasi SMK mencapai 68,45 pada tahun 2024. 

“RPJMD menargetkan peningkatan persentase satuan pendidikan yang mencapai Standar Kompetensi Minimum [SKM] literasi dan numerasi hingga melampaui 50 persen satuan pendidikan pada tahun 2029, dengan peningkatan yang terukur setiap tahunnya,” terangnya.

Bagi Kadisdik Riau tersebut, lingkungan belajar yang aman dan nyaman tidak dapat dilepaskan dari kualitas pendidik. Oleh karena itu, RPJMD menargetkan peningkatan Indeks Pemerataan Guru hingga berada pada rentang 0,49-0,50 pada tahun 2029, disertai peningkatan distribusi guru yang lebih adil dan peningkatan kompetensi pendidik berkelanjutan.

Seluruh capaian dan target tersebut dijalankan dalam kerangka Program Prioritas Riau Cerdas, yang mencakup pendidikan gratis SMA/SMK dan madrasah, beasiswa pendidikan 1 rumah 1 sarjana, penguatan PAUD, peningkatan sarana prasarana pendidikan, serta pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah. dan

Oleh karena itu, Erisman merasa tema seminar pendidikan yang sedang diselenggarakan ini sangat sejalan dengan arah RPJMD. Dimana, sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan akan mendorong keberlanjutan sekolah, meningkatkan literasi dan numerasi, serta menumbuhkan budaya prestasi. “Pada akhirnya, hal ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan Indeks Modal Manusia Provinsi Riau, yang ditargetkan mencapai 0,60 pada tahun 2029. Pemprov Riau menyadari pencapaian target RPJMD tidak dapat dilakukan sendiri dan perlu kolaborasi erat antara pemerintah dengan seluruh stakeholder terkait,” sebutnya. 

Sementara itu, Ketua Umum FMKKS Riau Delisis Hasanto mengatakan seminar pendidikan ini, bertujuan untuk membangun pemahaman yang sama dari berbagai elemen masyarakat untuk mencerdaskan anak bangsa, khususnya di Provinsi Riau, melalui penyelenggaraan pendidikan dan edukasi. 

“Saya berharap, para peserta dari setiap perwakilan sekolah di Provinsi Riau ini memberikan yang terbaik kepada siswa kita dan dapat menjawab tantangan serta memberikan solusi dalam penyelenggaraan pendidikan di Provinsi Riau dan hasilnya dapat menjadi rujukan dan pedoman bagi kita semua,” imbuh Delisis.

Berita Lainnya

Index