Hendry Munief Minta Pemugaran Istana Siak dan Penetapan KSPN Usai Tangsi Belanda Ambruk

Hendry Munief Minta Pemugaran Istana Siak dan Penetapan KSPN Usai Tangsi Belanda Ambruk

PEKANBARU (HALOBISNIS) - Anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau I, Hendry Munief MBA, langsung berkoordinasi dengan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, setelah menerima informasi ambruknya bangunan cagar budaya Tangsi Belanda di kawasan Istana Siak.

Hendry Munief mengatakan, komunikasi dengan Menteri Pariwisata dilakukan segera setelah kejadian tersebut.

Menurutnya, respons dari pemerintah pusat cukup cepat, termasuk koordinasi lanjutan dengan Kementerian Kebudayaan.

"Kemarin kami langsung menginformasikan kejadian ini kepada Ibu Menteri Pariwisata. Alhamdulillah, respons beliau cepat dan akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan," ujar Hendry Munief, Senin (2/2/2026).

Ia menyampaikan dua langkah utama yang diminta kepada pemerintah pusat. Pertama, melakukan pemugaran kawasan Istana Siak karena sejumlah fasilitas dan objek dinilai sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan pengunjung. Kedua, mendorong penetapan Istana Siak sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

"Jika sudah ditetapkan sebagai KSPN, maka fasilitas utama dan pendukung akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat untuk diperbaiki," katanya.

Hendry Munief menambahkan, Menteri Pariwisata telah berkoordinasi dengan Menteri Kebudayaan terkait rencana pemugaran Istana Siak yang telah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2026.

Terkait insiden tersebut, Hendry Munief menyampaikan keprihatinan atas korban luka yang mayoritas merupakan anak-anak sekolah. Ia berharap kejadian ini tidak menimbulkan trauma bagi siswa dalam berkunjung ke destinasi wisata budaya.

Selain itu, ia juga menyoroti ambruknya bangunan di titik yang sebelumnya telah direnovasi pada tahun 2018 dengan anggaran Rp5,2 miliar dari APBN.

"Fasilitas itu baru tujuh tahun direnovasi, tetapi sudah ambruk. Ini perlu ditelusuri penyebabnya dan menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.

Diketahui, insiden ambruknya Tangsi Belanda menyebabkan 17 orang mengalami luka-luka, terdiri dari 15 siswa SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, satu orang guru, dan satu pemandu wisata. 

Kejadian tersebut berlangsung saat rombongan sedang mengikuti kegiatan wisata edukasi di kawasan bangunan peninggalan kolonial itu. Material lantai dari papan kayu tua diduga telah lapuk dan tidak mampu menahan beban pengunjung yang berkumpul di satu titik.

Berita Lainnya

Index