PEKANBARU (HALOBISNIS) - Upaya pemulihan lingkungan di Provinsi Riau menunjukkan capaian signifikan. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengungkapkan, hingga November 2025, total 24.198 pohon telah berhasil ditanam di berbagai wilayah Riau sebagai bagian dari gerakan penghijauan terpadu.
Capaian ini disampaikan Irjen Herry saat menghadiri Peringatan Hari Pohon Nasional dan Hari Pohon Dunia 2025 di kawasan Danau Kayangan, Pekanbaru, Jumat (21/11). Di sini, Irjen Herry dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Riau dan Pekanbaru melakukan penamanan pohon.
“Alhamdulillah, total yang sudah kita tanam di seluruh Riau berjumlah 24.198 pohon, atau sekitar 14 persen dari target. Ini bukan hanya angka, tetapi simbol komitmen kita untuk memulihkan lingkungan,” ujar Irjen Herry di hadapan ratusan pelajar, personel TNI–Polri, dan tokoh masyarakat.
Pada puncak peringatan Hari Pohon Sedunia 2025, dilakukan penanaman 210 pohon di Kawasan Danau Kayangan yang terdiri dari durian, mangga, matoa, dan nangka madu. Selain itu, sebanyak 2.100 benih ikan patin ditebar untuk memperkuat ekosistem perairan di kawasan tersebut.
Menurut Irjen Herry, penanaman masif ini adalah investasi ekologis jangka panjang yang akan dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang.
“Kalau hari ini kita menanam pohon, sebenarnya kita sedang menanam harapan. Pohon itu kelak tumbuh kuat, berakar kokoh, menjadi tempat berteduh dan penyokong kehidupan,” tutur jenderal polisi bintang dua ini.
Menariknya, Irjen Herry mendorong para siswa agar memberi nama pada setiap pohon yang mereka tanam. Cara ini dinilai efektif menumbuhkan kedekatan emosional antara anak-anak dan alam.
“Kalau pohon diberi nama orang tua atau guru, pasti dirawat. Dengan begitu, kesadaran menjaga lingkungan tumbuh dari hati,” tuturnya.
Irjen Herry menyebut kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mempercepat restorasi ekologi Riau. “Hijau adalah warna Melayu, warna bumi Lancang Kuning. Hari ini semua mengenakan warna hijau sebagai simbol persatuan menjaga lingkungan,” kata Herry.
Irjen Herry menegaskan bahwa penanaman pohon bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi bagian dari strategi mengembalikan keseimbangan ekologis Riau yang selama bertahun-tahun menghadapi deforestasi dan kebakaran hutan.
“Dengan gerakan ini, kita ingin memastikan bahwa masa depan Riau bukan lagi tentang kabut asap, tetapi tentang hutan yang pulih dan lingkungan yang lestari,” tegasnya.
Ia mengajak agar masyarakat terus memperbanyak aksi penanaman sebagai warisan bagi generasi berikutnya. “Mari kita rawat pohon-pohon yang ditanam hari ini. Inilah warisan terbaik yang dapat kita berikan untuk anak cucu kita," pungkasnya.*