T Zulmizan: Sudah Saatnya Alumni Ambil Peran Strategis Memimpin UNRI

Sabtu, 23 Mei 2026 | 00:06:59 WIB

PEKANBARU - Dinamika pemilihan Rektor Universitas Riau periode 2026-2030 mulai menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk para alumni. Dalam momentum ini, muncul harapan agar sosok yang memimpin kampus terbesar di Riau tersebut benar-benar memahami karakter, tantangan, serta arah masa depan Unri secara utuh.

Kalangan alumni menilai bahwa alumni Unri sendiri memiliki kapasitas dan pengalaman yang tidak kalah untuk memimpin kampus. Selama ini, banyak alumni telah membuktikan diri mampu berkiprah di tingkat nasional maupun daerah, baik di bidang pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, riset, hingga organisasi sosial kemasyarakatan.

Menurut sejumlah tokoh alumni, kepemimpinan Unri ke depan membutuhkan figur yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memahami kultur internal kampus serta memiliki kedekatan emosional dengan civitas akademika. Ia juga bisa membuka diri dan menguatkan jaringan keluar kampus, yakni pemerintah daerah maupun pusat.

“Alumni Unri tentu memahami denyut kampus ini. Mereka tumbuh dari sistem yang sama, merasakan dinamika yang sama, dan punya tanggung jawab moral untuk membawa Unri lebih maju,” ujar salah seorang alumni senior T Zulmizan F Assagaf, Sabtu (23/5/2026).

Zulmizan yang juga Anggota Dewan Pakar PP IKA Unri ini menilai, kapasitas alumni tidak boleh dipandang sebelah mata. Banyak alumni yang telah memiliki rekam jejak kepemimpinan, jejaring luas, serta kemampuan manajerial yang mumpuni untuk membawa Unri menjadi universitas yang lebih kompetitif dan berdampak.

Di antara bakal calon rektor yang mendaftar kepada panitia pemilihan rektor, diketahui ada empat alumni Unri, yakni Aldrin Herwany Ph.D, alumni Fakultas Ekonomi Unri yang dikenal memiliki pengalaman internasional di bidang pendidikan dan diplomasi akademik.

Kemudian Prof Dr Nofrizal SPi MSi, alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri yang dikenal aktif mendorong penguatan riset berbasis potensi daerah serta inovasi sektor kelautan dan perikanan. Nama lain yakni Prof Dr Ir Iwantono MPhil yang juga merupakan alumni Universitas Riau. Ia dikenal sebagai akademisi senior dengan perhatian besar terhadap penguatan riset, dan kontribusi kampus dalam pembangunan daerah berbasis sumber daya lokal.

Selanjutnya, yakni Prof Dr Elfizar SSi MKom yang dikenal sebagai akademisi bidang teknologi informasi. Ia juga aktif mendorong tata kelola kampus modern berbasis digital, kolaborasi strategis dengan pemerintah pusat dan daerah, serta penguatan kualitas akademik dan riset.

Kehadiran figur-figur alumni dalam kontestasi Pilrek Unri ini, dinilai menjadi energi positif bagi demokrasi kampus. Selain memahami dinamika internal universitas, mereka juga dianggap memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah almamater dan membawa Universitas Riau semakin maju, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Ditegaskan T Zulmizan, pemilihan rektor juga bukan sekadar proses administratif, melainkan momentum menentukan arah masa depan perguruan tinggi. Karena itu, figur yang dipilih diharapkan mampu menghadirkan inovasi, memperkuat kualitas akademik, memperluas kolaborasi internasional, dan meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika.

Di tengah tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompleks, alumni berharap proses pemilihan rektor berjalan objektif, transparan, dan mengedepankan kapasitas serta integritas calon. “Yang dibutuhkan Unri hari ini adalah pemimpin yang bekerja nyata, mampu merangkul semua pihak, dan punya keberanian membuat terobosan. Jika ada alumni yang memenuhi kapasitas itu, tentu layak diberi kesempatan memimpin,” tambah T Zulmizan.

Harapan besar kini tertuju pada lahirnya kepemimpinan baru yang mampu membawa Universitas Riau semakin maju, adaptif, dan menjadi kebanggaan masyarakat Riau di tingkat nasional maupun internasional.
 

Terkini