Jatuhkan Wibawa Pemimpin, Akademisi ini Minta Bupati Rohil Beri Sanksi Tegas Kepada Samsuri

Senin, 12 Januari 2026 | 17:30:00 WIB

ROKANHILIR --Plesiran Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Samsuri dan 20 staf ke Luar Negeri (LN) tanpa izin menuai ragam komentar dan desakan dari publik.

Menanggapi plesiran ilegal itu, Zaki Al Masri, M.I.Kom, seorang akademisi mendesak Bupati Rohil H. Bistamam memberikan sanksi tegas kepada Samsuri karena telah menjatuhkan wibawa pemimpin kepada publik.

"Dengan plesiran tanpa izin itu, tentunya Samsuri secara tidak langsung menganggap di Kabupaten Rohil ini tidak ada pemimpin (Bupati-red). Jadi sanksi tegas pantas diberikan," kata Zaki Al Masri, kepada media ini, Minggu, (11/01/26) kemarin.

Parahnya sambung Zaki, alasan pergi ke luar negeri ingin menjaga kesehatan mental karena beban kerja dalam melayani pemerintahan yang intens dibawah kepemimpinan Bupati H. Bistamam.

"Kalau tidak mau lelah jangan jadi pejabat, ajukan pengunduran diri kepada Bupati. Kenapa dengan mental, terganggu?. Bupati aja yang berpikir siang malam untuk Rohil tidak mengeluh," ujar Zaki.

Pada kesempatan itu, Zaki juga mendesak Asisten III Setda Rohil untuk segera memproses plesiran tanpa izin yang jelas - jelas melanggar aturan yang ada, PP Nomor 94 Tahun 2021.

"Proses sesuai dengan peraturan yang berlaku tanpa kompromi. Sampaikan hasil pemeriksaan tersebut kepada publik karena publik ingin tau seberapa tegas ditindak ASN yang tidak disiplin itu," tegas Zaki.

Kasus itu sambung Zaki, mendapat perhatian serius dari seluruh masyarakat Rohil. Karena apa yang dilakukan oleh pejabat tersebut ditengah kondisi keuangan Rohil defisit dan beberapa provinsi mengalami bencana, tidak menunjukan rasa kemanusian dengan memperlihatkan kemewahan.

"Ketegasan dan keberanian Bupati H. Bistamam pada kasus plesiran secara jamaah ini dinantikan seluruh masyarakat Rohil.  Jika tidak diproses maka wibawa pemimpin Rohil bisa buruk dimata masyarakat," bebernya lagi.

Ia heran dengan keberanian Samsuri dan 20 staf Bagian Umum yang pergi ke Malaka, Johor dan Singapore tanpa pemberitahuan dan izin kepada pimpinan. Zaki curiga Samsuri anak emas dari pemimpin Rohil.

"Terlepas daripada itu, saya juga menyoroti bagaimana Rohil mau maju, pejabatnya saja tidak disiplin. Liburan dihari kerja, liburan itu ya dihari libur. Jika dihari kerja harus dapat izin," pungkasnya.

Terkini