Harga Minyak Naik Nyaris 1 Persen Hari Ini 29 Desember

Senin, 29 Desember 2025 | 11:45:00 WIB
ilustrasi

(HALOBISNIS) – Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Senin (29/12/2025) seiring pelaku pasar mencermati ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan global.

Harga minyak mentah Brent naik 56 sen atau 0,92% ke level US$ 61,20 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 51 sen atau 0,9% ke posisi US$ 57,25 per barel.

Kenaikan ini terjadi setelah kedua harga acuan tersebut terkoreksi lebih dari 2% pada Jumat (27/12/2025). Pelemahan sebelumnya dipicu kekhawatiran akan potensi kelebihan pasokan global serta peluang tercapainya kesepakatan damai Ukraina menjelang pertemuan akhir pekan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Analis Haitong Futures yang berbasis di China, Yang An, menilai penguatan harga minyak terutama didorong oleh ketegangan geopolitik yang masih tinggi. Rusia dan Ukraina dilaporkan kembali saling menyerang infrastruktur energi masing-masing sepanjang akhir pekan.

Selain itu, situasi di Timur Tengah juga dinilai semakin tidak stabil. Arab Saudi dilaporkan melakukan serangan udara di Yaman, sementara Iran menyatakan negara tersebut berada dalam kondisi “perang skala penuh” dengan Amerika Serikat, Eropa, dan Israel. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Minggu (28/12/2025) bahwa dirinya dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy semakin mendekati kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina. Namun, kedua pemimpin mengakui masih ada sejumlah isu krusial yang belum terselesaikan.

Kedua kepala negara tersebut menyampaikan pernyataan bersama dalam konferensi pers usai pertemuan di resor Mar-a-Lago, Florida. Trump menyebutkan, dalam beberapa pekan ke depan akan terlihat jelas apakah negosiasi tersebut membuahkan hasil.

Meski pembicaraan damai dinilai positif, analis IG Tony Sycamore menegaskan belum ada terobosan signifikan, terutama terkait sengketa penguasaan wilayah Donbas. Ia memperkirakan harga WTI akan bergerak di kisaran US$ 55–US$ 60 per barel.

Selain perkembangan geopolitik, pasar juga mencermati langkah penegakan hukum Amerika Serikat terhadap pengiriman minyak Venezuela serta dampak lanjutan dari serangan militer Amerika Serikat terhadap target ISIS di Nigeria, negara penghasil sekitar 1,5 juta barel minyak per hari.

Terkini