SMAN Plus Riau Luncurkan Program Kesemaptaan untuk "Generasi Prima, Generasi Plus" Cetak Siswa Tangguh dan Berkarakter

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:33:57 WIB

PEKANBARU – SMAN Plus Provinsi Riau meluncurkan program Kesemaptaan untuk "Generasi Prima, Generasi Plus" membentuk siswa yang sehat, tangguh, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin. Program ini mengintegrasikan pembinaan fisik melalui Samapta dengan penguatan karakter, kedisiplinan, dan daya juang siswa.

Peluncuran program tersebut ditandai dengan kegiatan senam sehat bersama orang tua siswa dan majlis guru dan kick off "Generasi Prima, Generasi Plus" di Lapangan Bola SMAN Plus Provinsi Riau, Pekanbaru, Minggu (25/10/2026) pagi. Kegiatan ini dihadiri kepala sekolah, Ketua Komite SMAN Plus Provinsi Riau Zulfan Effendi, M.Si ,dan jajaran pengurus Komite lainnya, guru, siswa, dan orang tua peserta didik.

Kepala SMAN Plus Provinsi Riau, Edi Sutono, M.Pd., mengatakan program ini tidak hanya berorientasi pada kebugaran fisik, tetapi juga membentuk daya juang, daya tahan, dan kemampuan berpikir siswa. Ketiga aspek tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan sekaligus mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan.

“Setelah dilatih, kita memiliki daya tahan. Itu yang namanya daya tahan. Sudah bagus fisik kita, disuruh lari orang bisa tiga putaran, kita bisa tujuh putaran. Tetapi kalau otak tidak kita asah dan kita tidak mau latihan, maka kita pasti kalah di awal,” ujar Edi.

Ia menegaskan, SMAN Plus Provinsi Riau ingin mendidik siswa agar mampu menjadi pemimpin, bukan sekadar menjadi orang yang dipimpin. Karena itu, pembinaan fisik harus berjalan seiring dengan pengembangan kemampuan intelektual, kedisiplinan, dan ketekunan.

“Anak-anak SMAN Plus kita harapkan menjadi pemimpin. Orang pintar kalah dengan orang yang tekun dan rajin berlatih,” tegasnya.

Menurut Edi, program Samapta juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan generasi prima yang memiliki kesiapan fisik dan mental. Ia menilai latihan fisik harus dilakukan dengan pola yang terukur serta didampingi tenaga profesional agar memberikan hasil optimal.

Untuk mendukung program tersebut, SMAN Plus Provinsi Riau berkolaborasi dengan Komite SMAN Plus dengan menghadirkan pelatih profesional di bidangnya.

“Saya yakin dan percaya, untuk sehat itu punya tatanan dan aturan. Untuk membentuk kekuatan badan yang sehat itu memang punya aturan, dan hanya pelatih-pelatih yang profesional yang bisa,” katanya.

Edi juga mengajak para siswa memanfaatkan fasilitas lapangan yang luas untuk menunjang pembinaan fisik. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan potensi sekolah yang perlu digunakan secara maksimal untuk membangun kebugaran dan kedisiplinan siswa.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komite SMAN Plus Provinsi Riau, Zulfan Effendi, M.Si beserta jajaran pengurus yang mendukung berbagai kegiatan sekolah. Apresiasi juga diberikan kepada RS Awal Bros Panam yang berkolaborasi dalam menjaga kebugaran warga sekolah, serta para siswa yang membantu pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Pak Ketua Komite dan seluruh jajaran pengurus komite yang sudah sangat luar biasa membantu semua kegiatan yang ada di sekolah ini sehingga dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMAN Plus Provinsi Riau, Zulfan Effendi, M.Si menegaskan program Samapta bukan kegiatan jangka pendek. Program tersebut harus dilaksanakan secara berkesinambungan agar manfaatnya dapat dirasakan siswa Gen 27, Gen 28, dan Gen 29.

“Program ini sangat baik. Di dalam tubuh yang sehat pasti akan terdapat otak yang cerdas. Program ini harus berjalan dan harus berkesinambungan untuk anak-anak kita Gen 27, 28, dan 29. Semuanya akan bisa menikmati program ini,” tegas Julfan.

Ia menjelaskan, honor pembina Samapta ditanggung pihak sekolah melalui dana BOSKIN. Sementara itu, dukungan kita komite untuk melengkapi fasilitas penunjang program ini bersumber dari dana komite dan sumbangan sukarela orang tua peserta didik.

Program Samapta juga sejalan dengan nilai-nilai yang diusung dalam konsep Generasi Prima, Generasi Plus, yakni PRIMA, Religius, Integritas, Mentalitas, dan Andal.

Nilai PRIMA menekankan keunggulan fisik dan kualitas pribadi. Aspek religius diarahkan untuk membentuk siswa yang beriman, berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. Sementara itu, integritas menanamkan kejujuran, konsistensi, serta keteguhan dalam memegang prinsip.

Adapun mentalitas menekankan ketangguhan, kedisiplinan, dan sikap pantang menyerah. Nilai andal diarahkan untuk menyiapkan siswa yang kompeten, mandiri, mampu bekerja sama, serta siap memimpin dan berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

Perwakilan siswa Gen 27, Gen 28, dan Gen 29 menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Mereka mengaku bangga karena program yang menjadi kebanggaan siswa SMAN Plus Provinsi Riau itu dapat terlaksana berkat dukungan kepala sekolah, guru, dan orang tua.

Terkini