TMI Tuah Madani Dorong Pembentukan Poktan dan Pokdakan, Ubah Lahan Tidur Urban Jadi Sumber Ketahanan Pangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:36:10 WIB

PEKANBARU – Organisasi Tani Merdeka Indonesia (TMI) terus mendorong pemanfaatan lahan tidur di kawasan perkotaan sebagai sumber ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi pembentukan Kelompok Tani (Poktan) dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) yang digelar Korcam TMI Kecamatan Tuah Madani di Mushalla Nurussalam, Perumahan Taman Karya Mas, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani, Kamis malam (4/6/2026).

Kegiatan dihadiri Ketua DPD TMI Kota Pekanbaru Abdul Hamid M. Sihite, Ketua Korcam TMI Tuah Madani Syaripuddin, SE, Ketua Korcam TMI Bina Widya Rully Pridatama, ST, Ketua Bidang OKK Korcam Tuah Madani Ernifa sekaligus sebagai Ketua RT 01, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus RT, kader PKK, serta warga setempat.

Ketua DPD TMI Kota Pekanbaru, Abdul Hamid M. Sihite, menjelaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia hadir sebagai wadah pemberdayaan masyarakat yang bergerak di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan dengan dukungan penuh pemerintah pusat dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Tantangan terbesar di wilayah perkotaan adalah keterbatasan lahan. Namun kami melihat masih banyak lahan kosong dan lahan tidur yang dapat dimanfaatkan secara produktif. TMI hadir tidak hanya mengajarkan cara bertani, tetapi juga membangun ekosistem usaha dari hulu hingga hilir agar memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut Hamid, warga yang tergabung dalam Poktan maupun Pokdakan nantinya akan mendapatkan pendampingan teknis, akses bibit unggul, bantuan sarana produksi, pelatihan urban farming, hingga dukungan pemasaran hasil produksi secara kolektif.

Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memanfaatkan bonus demografi dan mendorong lahirnya petani-petani muda di kawasan perkotaan.

Sementara itu, Ketua Korcam TMI Tuah Madani, Syaripuddin, SE, menyambut positif antusiasme warga. Menurutnya, keterlibatan perangkat RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kader PKK menunjukkan bahwa program TMI mendapat dukungan luas dari masyarakat.

"Kami ingin membuktikan bahwa warga di kawasan perkotaan tidak hanya menjadi konsumen pangan, tetapi juga mampu menjadi produsen pangan yang mandiri dan produktif. Jika lahan tidur dapat dimanfaatkan secara optimal, maka akan lahir sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," katanya.

Dari hasil pertemuan tersebut, warga RT 01 sepakat membentuk panitia persiapan pendirian Poktan dan Pokdakan binaan TMI Korcam Tuah Madani. Kelompok ini nantinya akan menjadi percontohan pengembangan pertanian dan perikanan urban di Kecamatan Tuah Madani.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan Tani Merdeka Indonesia, program ini diharapkan mampu mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Dalam sesi diskusi, Ketua RT 01 Ernifa mengaku awalnya warga memiliki keraguan terhadap keberadaan organisasi tersebut karena hanya mengenalnya melalui media sosial. Namun setelah mendapat penjelasan terkait sistem pembinaan, mekanisme bantuan, serta sinergi TMI dengan pemerintah dan penyuluh pertanian, warga semakin yakin untuk bergabung.

"Kami melihat ada kejelasan program dan arah pembinaan yang terstruktur. Ini yang membuat masyarakat mulai percaya dan tertarik untuk ikut serta," ujarnya.

Dukungan juga datang dari sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama yang menyatakan kesediaannya memanfaatkan lahan-lahan terbengkalai agar dapat dikelola secara produktif oleh kelompok tani dan kelompok pembudidaya ikan yang akan dibentuk.

Terkini