PEKANBARU (HALOBISNIS) - Anggota Komisi III DPRD Riau Abdullah, mendukung Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, untuk segera jadikan empat kawasan industri yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Menurutnya, Riau memiliki kekayaan alam yang melimpah sehingga menjadi kontributor devisa nasional. Apalagi Riau merupakan wilayah penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia.
Tak hanya itu, Riau juga merupakan daerah dengan kebun sawit terluas di Indonesia sekitar 3,3 juta hektare lebih. Bahkan Riau juga memiliki industri pulp dan kertas yang terintegrasi terbesar di dunia.
Kemudian dari segi sosial budaya, Riau merupakan pusat kebudayaan melayu yang masyarakatnya heterogen dan harmanis. Hal ini menciptakan ekonomi bisnis yang dinamis dan kondusif bagi investor.
Selanjutnya dari sisi geografis, Riau berada di Selat Malaka yang tentunya sangat strategis untuk menjadi pusat logistik dan ekspor utama di pantai timur Sumatera.
"Artinya, dengan semua potensi ini, Riau memiliki segalanya untuk menjadi pusat pengolahan komoditas berskala internasional," jelas Abdullah, Selasa (6/1/2026)
Selain meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kata Abdullah, kawasan industri ini juga menjadi sumber pendapatan baru yang efektif bagi Riau.
"Dengan adanya kawasan industri tentunya ada pendapatan-pendapatan baru yang bisa didapatkan oleh Riau," ungkapnya.
Diketahui, ada 4 kawasan industri di Provinsi Riau dengan posisi strategis. Masing-masing kawasan industri tersebut adalah Kawasan Industri Tanjung Buton, Kuala Enok, Kawasan Industri Pelintung, dan Tenayan Raya. Empat kawasan industri ini mempunyai lokasi yang sangat strategis karena dekat dengan lintasan ekonomi dunia, Selat Malaka.