Pahami Beda Air Aki Merah dan Biru Agar Tak Salah Beli

Dibaca: 131 kali  Sabtu,15 Juli 2017 | 12:41:54 WIB
Pahami Beda Air Aki Merah dan Biru Agar Tak Salah Beli
Ket Foto : air aki

HALOBISNIS.COM - Aki basah adalah satu dari beberapa jenis aki yang dijual di pasaran. Dibanding aki kering, satu ciri utama dari aki basah adalah air yang ada di dalamnya akan menyusut perlahan-lahan. Agar aki terjaga dengan baik, maka air tersebut kuantitasnya harus terjaga.

Ketika air sudah ada di bawah ambang batas normal, maka pemilik kendaraan harus segera menambahkannya. Air untuk isi ulang ini dapat dengan mudah dibeli di bengkel atau toko otomotif biasa. Dalam hal ini, satu hal yang perlu diperhatikan adalah jenis air aki.

Ketika kita ke toko otomotif, maka umumnya akan ditemukan dua cairan untuk aki. Pertama cairan dengan bungkus bernuansa merah, kedua cairan dengan bungkus dengan corak biru. Pembedaan ini bukan tanpa sebab. Ia dipilah karena memang peruntukan yang berbeda, meski sama-sama untuk aki.

 

 

"Yang botolnya biru itu untuk menambahkan cairan aki yang sudah sedikit, tapi kalau untuk aki baru, pakai yang botolnya merah," ujar Syahrudin, Advisor PT Astra Otoparts Tbk, di Shop & Drive yang ada di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (13/7) kemarin.

Pembeda kedua jenis cairan ini adalah zat yang terkandung di dalamnya. Pada cairan yang kemasannya merah atau juga disebut aki zuur, terkandung asam sulfat (H2S04) yang mengandung elektrolit, yaitu zat yang dapat menyimpan serta menghantarkan listrik.

Dibanding air di kemasan biru, cairan ini cukup berbahaya karena jika terkena kulit akan dapat membuat gatal-gatal.

Oleh karena zat yang dapat menyimpan dan menghantarkan listrik itulah aki jenis ini yang harus dipakai untuk aki pertama. Biasanya masing-masing pabrikan sudah punya formula H2S04-nya sendiri.

Sementara air berkemasan biru dipakai untuk menambah volume. Beda dengan yang merah, air ini pada dasarnya adalah air yang sudah mengalami demineralisasi sehingga tidak mengandung logam sama sekali. Air jenis ini tidak akan menambah berat jenis H2SO4 yang masih tersisa.

Meski kandungannya berbeda namun di pasaran harga keduanya tidak terpaut jauh. Pada salah satu laman jual beli online , salah satu seller menjual keduanya dengan harga Rp 8.000.

 

Editor : Endang

Sumber: Liputan6.com

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri