Objek Wisata Alam Kampar, Banyak Berlokasi di Hutan Lindung

Dibaca: 455 kali  Rabu,12 Juli 2017 | 00:48:17 WIB
Objek Wisata Alam Kampar, Banyak Berlokasi di Hutan Lindung
Ket Foto : wisata kampar

HALOBISNIS.COM- Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar, mengalami banyak mengalami kendala dalam mengembangkan objek wisata alam. Semua itu disebabkan lokasi keberadaanya tersebut berada dilokasi hutan lindung. Sehingga siapapun tidak bisa mengganggunya tanpa ada izin dari kementrian kehutanan

 
 "Banyak wisata air terjun yang ada di Kampar, namun masalah itu ada didalam hutan lindung. Jadi untuk mengembangkan objek wisata tersebut, harus berkodinasi terlebih dahulu dengan Kementrian Kehutanan‎ dan hal itu yang akan kita lakukan kedepannya untuk mengembangkan wisata kampar,"ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Kampar Syamsul Bahri, Senin (10/7). ‎
 
Di Kampar, ada beberapa wisata air terjun yang masuk dalam lokasi hutan lindung yaitu ; 1. Air Terjun Panisan yang berada di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, 2 . Air Terjun Simo di Desa Tanjung Alai XIII Koto Kampar, 3. Air Terjun Lubuk Bigau, di Desa Lubuk Bigau, Kecamatan Kampar Kiri Hulu,4. Air Terjun Lubuk Ngino di Desa Merangin, Kecamatan Kuok dan beberapa lainnya yang baru-baru ini banyak ditemukan. 
 
 "Jadi dengan kendala seperti ini pemerintah tidak akan berani mengelolahnya. Karena akan berdampak dengan masalah hukum , jika tidak ada izin dari kemetrian kehutanan. Ditambah lagi jika ini akan di kelolah tentunya akan banyak muncul pemukiman di dalamnya serta lainnya juga akan muncul,"tuturnya. 
 
Namun untuk menyelesaikan masalah ini Pemerintah Daerah (Pemda) Kampar, sedang menggagas Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPD) Kabupaten Kampar dan itu akan menjadi bahan nantinya di Kementrian Kehutanan, apakah bisa memberikan izin. 
 
"Maksud RIPPD adalah rumusan pokok kebijakan perencanaan dan pemanfaatan pembangunan pariwisata di daerah Kampar, yang didalamnya mencakup aspek ketataruangan, usaha pariwisata, faktor penunjang dan pengembangan kepariwisataan secara berkelanjutan serta berwawasan lingkungan. Dan RIPPD memiliki sebuah Rencana Detail Pengembangan Klaster Pariwisata yakni kebijakan pengelolaan pengembangan  kepariwisataan Kampar yang berisi rencana alokasi pemanfaatan, struktur pemanfaatan, sistem prasarana dan sarana serta persyaratan teknik pengembangan,"jelasnya. 
 
 Selain itu dengan adanya RIPPD ini akan menjadi acuan Pemda Kampar dalam memperbaiki infrastruktur jalan ke lokasi wisata yang susah dilalui. "Setidaknya jika Pemerintah Kecamatan dan Desa bisa mengelolahnya dapat juga untuk menambah Pendapatan Daerah mereka dan terlebih lagi masyarakat tempatan,"tuturnya. 
 
Untuk saat sekarang lokasi wisata yang diperbaiki jalannya berada di candi muara takus XIII Koto‎ Kampar, yang mana Pemda Kampar dan Pemerintah Provinsi bekerjasama untuk membenahi jalan yang berada dilokasi tersebut . "Termasuk sarana dan prasarana yang ada didalamnya sedang dalam pembenahan agar para pengunjung tidak merasa bosan saat berada dilokasi tersebut,"sebutnya.
 
 
Penulis : M.Ikbal
Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri