OJK : Pertumbuhan Perekonomian Riau Tahun 2016 Jauh Lebih Rendah Dari Tahun 2015

Dibaca: 285 kali  Senin,20 Februari 2017 | 21:33:31 WIB
OJK : Pertumbuhan Perekonomian Riau Tahun 2016 Jauh Lebih Rendah Dari Tahun 2015
Ket Foto : Ojk

PEKANBARU-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pekanbaru berapa waktu lalu sempat mengadakan pertemuan tahunan dengan pelaku keuangan yang berada di Provinsi Riau dengan thema "menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan membantu optimisme meningkatkan kesejahteraan masyarakat".

Dalam kegiatan tersebut disampai  Ketua OJK Provinsi Riau Nurdin Subandi. Mengenai banyak hal , perihal keadaan ekonomi di propinsi Riau. 

"Pertemuan waktu  itu menjaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan dan Membangun Optimisme Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat," katanya baru-baru ini.

Yang mana capaian kinerja ekonomi nasional tahun 2016 tercatat yang masih positif sebanding juga dengan stabilitas sistem keuangan dan tingkat kesehatan lembaga keuangan nasional tetap terjaga.

Selain itu, Nurdin Subandi juga membagi data perbandingan ekonomi tahun 2015dan 2016. Yang mana perekonomian Riau pada tahun 2016 tercatat tumbuh sebesar 2,23%, meskipun lebih rendah dibanding tahun 2015 yang mencapai sebesar 4,45% dan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai sebesar 5,02%. 

"Selain itu, tingkat inflasi tercatat sebesar 4,04%/ lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 3,02%,"ujarnya. 

"Namun demikian, hal ini masih sejalan dengan perkembangan nasional, dan kinerja ekonomi dan industri jasa keuangan di Provinsi Riau juga menunjukkan perkembangan yang positif" papar Subandi.

Sedangkan mengenai, Share asset Perbankan Provinsi Riau terhadap Perbankan Nasional mengalami peningkatan dari sebesar 1,36% menjadi sebesar 1,40% pada tahun 2016

lndikator utama perbankan Riau posisi Desember 2016 juga mengalami pertumbuhan yang signifikan dibanding Desember 2015 dimana asset perbankan di Provinsi Riau mengalami peningkatan sebesar 8,24% dari sebesar Rp82.92triliun menjadi sebesar Rp89.75 triliun," terang Nurdin Subandi. 

Sementara, kredit dan pembiayaan mengalami pertumbuhan sebesar 3,29%/ dari sebesar Rp57.45 triliun menjadi sebesar Rp59.34 triliun. "Untuk simpanan atau Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar 6,80%/ dari sebesar Rp62.83triliun menjadi sebesar Rp67.1Triliun,"ungkapnya. 

Kita bersyukur pula kata Subandi, bahwa pola pertumbuhan yang tinggi juga terjadi pada industri pasar modal/ dimana jumlah investor meningkat dari6.413 investor menjadi 9.197 investor, pertumbuhan rekening efek sebesar151%, dan nilai transaksi pasar modal dari Rp2,3 triliun di tahun 2015 menjadi Rp6,5 triliun pada tahun 2016

"Namun jumlah pembiayaan Untuk lndustri Keuangan Non Bank/ yaitu dari modal ventura dan perusahaan pembiayaan mengalami penurunan/ masing-masing 16,18% dan 15,95% dibandingkan dengan tahun2015,"tuturnya. 


Penulis : Jefri Valdano

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
indragiri