BI : Pemda Kabupaten dan Kota Riau, Diminta Mensosialisasikan Uang Baru ke Masyarakat

Dibaca: 475 kali  Kamis,02 Februari 2017 | 17:40:19 WIB
BI : Pemda Kabupaten dan Kota Riau, Diminta Mensosialisasikan Uang Baru ke Masyarakat
Ket Foto : Asisten Direktur Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau, Achmad P. Subarkah,

PEKANBARU- Sampai saat ini uang baru belum semuanya beredar di Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Karena pihak Bank, terlebih dahulu harus melakukan penyetelan atau setingan ulang di mesin ATM. Sehingga hanya ada di beberapa Bank yang baru bisa ditarik tunai.

"Untuk Bank yang baru melakukan uji coba uang Rupiah baru untuk mesin ATM di Pekanbaru- Riau, yaitu BCA dan BRI. Hal itu dikarenakan ada perbedaan besarnya. Untuk itulah perlu dilakukan stel ulang dimesin ATM. Dan mudah mudahan di 2017 ini pihak bank di Riau, sudah melakukan penyetelan mesin ATM, "ujar Asisten Direktur Bank Indonesia  (BI) Perwakilan Riau, Achmad P. Subarkah,Selasa (31/01) lalu.  

Namun meskipun begitu, pihak Bank Indonesia (BI) telah mensosialisasikan kepada setiap Bank di Riau, agar setiap masyarakat melakukan penarikan uang mereka, uang baru di berikan juga kepada yang menarik.

"Termasuk saat hari lebaran Imlek ini uang baru Rupiah, sangat banyak yang melakukan penukaran. Itu untuk pemberian ampau bagi keluarga mereka nantinya,"sebut Achmad.

Namun dalam hal ini, Asisten Direktur Bank Indonesia (BI), mengungkap bahwa BI telah memberikan pentunjuk serta sosialisasi kepada setiap Teller Bank, agar mengenali uang baru dan memberitahukan masyarakat.

"Untuk sisi keaslian uang baru 3 Dimensi caranya adalah dilihat, diraba dan diterawang adalah paling ampuh untuk membedakan mana uang palsu dan asli," katanya. 

Teknik 3D itu kata Achmad, dimulai dari Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Pertama, Dilihat. Warna uang terlihat terang dan jelas. Terdapat benang pengaman yang ditanam pada kertas uang dengan suatu garis melintang atau beranyam dan berubah warna. 

Pada sudut kanan bawah terdapat lingkaran yang warnanya dapat berubah apabila dilihat dari sudut pandang berbeda atau biasa dikenal OVI (optical variable ink). 

Kedua, diraba, pada setiap uang terdapat angka, huruf, burung garuda, dan gambar utama bila diraba akan terasa kasar atau dikenal sebagai cetak intaglio. 

Ketiga, diterawang, pada setiap uang terdapat tanda air berupa gambar pahlawan dan terlihat jelas bila diterawangkan ke arah cahaya atau biasa dikenal tanda air. Terdapat huruf atau logo BI saling mengisi yang beradu tepat di muka dan belakang atau dikenal dengan rectoverso.

"Pengenalan ciri-ciri keaslian uang rupiah 3D merupakan teknik paling mudah yang bisa diterapkan oleh siapa pun. Tak terkecuali pedagang di pasar," ujarnya.

Adapula cara lainnya dengan sinar UV. Dengan pengenalan tinta tampak, tinta gambar lebih memendar di bawah sinar UV. Tinta tidak tampak, tidak tampak gambar tetapi jika di bawah sinar UV akan tampak memendar. 

Serta nomor seri, runtutan huruf dan angka semakin membesar dan memendar di bawah sinar UV.

"Adalagi cara lainnya yaitu dengan kaca pembesar atau lup. Ada huruf atau tulisan kecil yang dapat dibaca hanya dengan menggunakan kaca pembesar," tuturnya.

Dalam mensosialisasikan Uang Baru ke Masyarakat ini BI tidak bisa berjalan sendiri saja. Karena itu dukungan dari pemerintah sangat diharapkan dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Tanpa ada peran dari pemerintah Kabupaten dan Kota semua yang dilakukan ini tidak akan maksimal. Makanya BI sangat terbantu atas dukungan Pemerintah Daerah,"pungkasnya. 

 

Penulis :Aulia 

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
indragiri