Serbuan 1.329.857 Tenaga Kerja China, Apakah Tidak Ancaman Bagi Indonesia?

Dibaca: 1111 kali  Selasa,20 Desember 2016 | 01:12:47 WIB
Serbuan 1.329.857 Tenaga Kerja China, Apakah Tidak Ancaman Bagi Indonesia?
Ket Foto : ilustrasi tenaga kerja China

JAKARTA - Mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara, Muhammad Said Didu, mengkhawatirkan adanya ancaman serbuan tenaga kerja asing dari China yang kini terus membanjiri Tanah Air. Menurut Said, kerja sama yang dilakukan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah China sejauh ini justru tampak menguntungkan negara Tirai Bambu tersebut.

"Kita harus tahu dulu modusnya. Modus awal, kerja sama ini justru memuluskan rencana China. Jika disebut kerja sama ini akan mengundang banyak investor, harusnya justru dapat menggerakkan ekonomi Indonesia, bukan ekonomi negara dia," kata Said Didu saat berbincang di Apa Kabar Malam, tvOne,Senin malam, 19 Desember 2016.

Prinsip inilah, kata Said, yang seharusnya menjadi pegangan teguh Pemerintah Indonesia saat melakukan kerja sama. Jangan sampai justru China menjajah secara ekonomi terhadap Indonesia. "Ini permasalahan serius. Prinsipnya dia (China) sebenarnya harus gerakkan ekonomi Indonesia," ujarnya.

Jika ada pernyataan yang menyebut tenaga kerja China dibutuhkan karena terbilang murah dari sisi upah, ini dinilai merupakan anggapan yang sesat. Sebab, belakangan pekerja China justru menjadi momok yang menakutkan dan mulai mengganggu ketenagakerjaan di Tanah Air.

"Ini penjajahan ekonomi. Kita lihat jika tenaga kerja asing masuk ke kota, tenaga kerja asing dari China justru masuk ke kampung-kampung, ini aneh," kata dia.

Maka itu, sudah menjadi hal yang wajib jika pihak terkait untuk memeriksa izin mereka, termasuk memeriksa izin perusahaan yang memperkerjakan tenaga asing. "Ini yang jadi masalah, disnaker-disnaker di daerah kan memang rawan, karena betul-betul bawahannya bupati langsung. Bupati biasanya sangat dekat dengan pimpinan daerah dan inilah kondisi real di daerah saat ini."

Sebelumnya, Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie mengakui jika China merupakan negara paling tinggi yang masyarakatnya masuk ke Indonesia sepanjang 2016 ini. Berdasarkan datanya, lebih dari satu juta warga China yang masuk ke Indonesia dari berbagai keperluan, mulai dari kunjungan wisata hingga bekerja di Indonesia.

"Jumlah yang masuk selama 2016, China terbanyak yakni 1.329.857 orang. Angka itu 15,60 persen dari warga asing yang masuk ke Indonesia selama 2016. Angka ini tercatat sampai 18 Desember 2016," kata Ronny di kesempatan sama.

Dia menjelaskan, China merangsek ke posisi pertama, setelah sebelumnya Singapura menduduki paling tinggi pertama warganya yang masuk ke Indonesia pada 2015 lalu. "Pada 2015, Singapura pertama dengan 1.439.500 orang, China pada 2015 di posisi kedua," kata Ronny.

Dari catatannya, ada kenaikan sebanyak dua persen warga China yang masuk ke Indonesia jika dikaitkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Banyak yang berubah, ini mungkin karena ada kemudahan masuk, ada pula visa bebas kunjungan, dan perubahan itu sangat intens, termasuk adanya pekerja China," kata dia. 

Sumber :Viva 

Editor   : Hartono 

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri