Berapa Sih Biaya Pengurusan di BPPTPM Kampar, LIRA Kampar : Kok Kabarnya Ada Bilang Sampai 'Waw' ?

Dibaca: 641 kali  Senin,12 Desember 2016 | 22:59:36 WIB
Berapa Sih Biaya Pengurusan di BPPTPM Kampar, LIRA Kampar : Kok Kabarnya Ada Bilang Sampai 'Waw' ?
Ket Foto : ilustrasi alur pengurusan izin

BANGKINANG KOTA- Lumbung Informasi Rakyak (LIRA) Kampar, meminta ketransparanan dari  Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Kabupaten Kampar 'Ali Sabri' mengenai biaya pengurusan izin yang dilakukan para pengusahan yang menanamkan modalnya di Kampar.

 

Demikian disampaikan Bupati LIRA Kampar, R. Ali. H, kepada www.halobisnis.com, Senin (12/12/2016).

 

"Saya banyak mendapatkan laporan pengurusan izin di BPPTPM Kampar,  sangat sulit. Kalaupun bisa biayanya sangat mahal. Dan bahkan kabarnya ada 'Waw' (mencapai ratusan juta). Untuk itu kita ingin mentahui kebenarannya dan jangan sampai ini jadi fitnah,"ujarnya.

 

Kalaulah benar biaya mahal sekali bagaimana cara hitungan dan juga kategorinya. Untuk itu semuanya harus jelas dan transparan. 

 

"Jangan sampai itu tidak sesuai dengan aturan. Karena bisa disebut dengan Pungutan Liar (Pungli) atau bisa jadi memperkaya diri sendiri,"tuturnya.

 

Untuk itu kata Ali. Dirinya berharap agar kepala BPPTPM dapat memberikan penjelasan agar kita dari LIRA Kampar, turut bisa membantu memberikan penjelasan kepada Publik dan khususnya kepada para pengusaha yang mau berinvestasi ke Kampar.

 

"Namun kalau kepala BPPTPM Kampar tidak bisa untuk memberikan kejelasan dan bersikap tertutup. Mungkin semua orang akan menganggap ini ada yang tidak beres,  untuk itu kerjasamanya sangat kita tunggu,"pungkasnya. 

 

Karena LIRA hadir untuk membantu serta dapat memberikan penjelasan kepada publik mengenai aturan yang ada di Pemerintahan.

 

"Sebab banyak masyarakat awam yang belum tahu dan termasuk pengusaha lokal yang ingin melakukan pengurusan izin usaha,"ungkapnya.

 

 

 

Penulis : Aulia

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri