Pungli di Disdikbud Kampar, Ketua Pansus : Jika Selesai Kita Rekomendasikan ke Kejari Kampar

Dibaca: 638 kali  Senin,12 Desember 2016 | 12:06:20 WIB
Pungli di Disdikbud Kampar, Ketua Pansus : Jika Selesai Kita Rekomendasikan ke Kejari Kampar
Ket Foto : ilustrasi pungli

PEKANBARU- Ketua Pantia Khusus (Pansus)  Fahmil, SE,  selaku pimpinanan untuk mengusut Pungutan Liar (Pungli) yang terjadi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kampar. Bertekad akan merekomendasikan Pungli yang terjadi itu agar diusut oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar.

 

"Kalau semuanya bahan dan datanya sudah selesai kita proses, mau saya itu diteruskan ke Kejari Kampar. Biar oknum-oknum yang merasa angkuh tahu dengan perbuatan yang mereka lakukan,"tegas Fahmil, di acara pelantikan PJ Bupati Kampar di Aula Komplek kediaman Gubernur Riau (Gubri), Minggu (11/12/2016) kemarin.

 

Ia mengatakan, akibat Pungli yang terjadi ini banyak yang jadi korbanya, khususnya masyarakat.

 

"Dan bahkan ada kepala UPTD yang berani membukanya di copot dari jabatan,"pungkasnya.

 

Fahmil juga mengatakan dalam masalah Pungli di Disdikbud Kampar, Pansus sudah memanggi lebih dari 30 orang saksi yang dimintai keterangan mereka.

 

"Mereka yang kita panggil itu mulai dari Kepala Sekolah dan juga Kepala UPTD Disdikbud Kampar. Dan terlihat ada titik terangnya,"sebutnya.

 

Namun, masih ada beberapa tahapan lagi yang akan kita proses dan juga kita panggi untuk melengkapi data-data yang kita miliki.

 

"Termasuk Kepala Disdikbud Kampar, akan kita panggil dan dimintai keterangan kepadanya. Mengenai masalah yang terjadi,"ujarnya.

 

Sebelumnya Anggota DPRD Kampar Fahmil SE, yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) 

Ia juga mengungkapkan, kalau dirinya banyak menerima laporan dari orang tua murid yang datang kepadanya. 

 

"Orang tua murid yang datang itu mengeluh pada saya, dengan harga baju mencapai Rp. 1 jutaan lebih. Dan mereka dipaksakan untuk membeli baju sekolah tersebut oleh pihak sekolah,"ujarnya.

 

Yang parahnya lagi kata Fahmil, pembelian baju sekolah ini, dikordinir langsung oleh UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setiap Kecamatan. 

 

"Kalau UPTD Dinas Pendidikan yang mengkordinirnya, kemungkinan Kepala Dinas Pendidikan yang mengarahkan ini. Untuk itu kita akan urut oknum yang bermain dalam masalah ini,"tegasnya.

 

Selain itu, kata Fahmil dirinya juga akan mecari tahu lebih dalam lagi sumber dana Baju Sekolah yang di Perjual belikan kepada orang tua murid. 

 

"Karena ada informasi yang saya dapat tahun 2012-2013 lalu pernah ada anggaran pembuatan baju sekolah mencapai meliaran dianggarkan oleh APBD Kampar. Apakah baju sekolah ini berasal dari anggaran itu akan kita selidiki,"pungkasnya.

 

Fahmil juga menekankan, dalam masalah ini, tidak ada kaitan dengan politik. Karena ini murni laporan keluhan masyarakat yang mengeluh kepada Wakil Rakyat.

 

"Jadi kita bekerja sebagai wakil rakyat, bukan ada kaitan dengan Pilkada Kampar 2017. Karena selaku wakil rakyat dirinya wajib menerima semua aspirasia masyarakat yang merasa dirugikan oleh pihak Pemerintah,"tuturnya.

 

 

Penulis : Aulia

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri