Repol : Belum Ada Sinkron Diantara Satker,Mengakibatkan APBD-P dan APBD 2017 Kampar Belum Dibahas

Dibaca: 597 kali  Rabu,07 Desember 2016 | 23:15:49 WIB
Repol : Belum Ada Sinkron Diantara Satker,Mengakibatkan APBD-P dan APBD 2017  Kampar Belum Dibahas
Ket Foto : ilustrasi apbd

BANGKINANG KOTA- Sampai sekarang Anggaran Perbelanjaan Negara Perubahan (APBD-P) dan APBD 2017 Kabupaten Kampar, belum ada dilakukan pembahasan. Semua itu disebabkan belum adanya sinkron diataran Satuan Kerja (Satker) di Pemerintahan Daerah (Pemda) Kampar.

 

Demikian disampaikan Anggota DPRD Kampar Repol, kepada www.halobisnis.com, belum lama ini.

 

Menurutnya, sebab sampai sekarang Pemda Kampar masih memaksakan untuk menganggarkan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang anggaran belum jelas mau didapat dari mana.

 

"Padahal, sudah jelas keadaan anggaran Pemda Kampar sedang difisit. Tetapi, Pemda Kampar masih memaksakan,"ujarnya.

 

Seharusnya, anggaran harus dikembalikan dulu ke 'Nol' yang mana SILPA harus dipisahkan dan dibedakan antara tahun berkenaan 2017 dan tahun sekarang 2016, tidak seratus persen itu terealisasi, dan itu bisa didapatkan dari sisa kontrak serta itu semua dikumpulkan untuk menutup biaya defisit

 

"Untuk itu angka SILPA dalam penyusunan APBD harus sama dengan nol yaitu penerimaan pembiayaan harus dapat menutup defisit anggaran. Disamping itu semua proyek yang dikerjakan seluruh Satker harus di opname, "ujarnya. 

 

Repol juga mengungkapkan, mengenai pembahasan APBD Kampar 2017, seharusnya berdasarkan aturan sudah selesai di tanggal 30 November.

 

"Sehingga dengan dampak keterlambatan itu membuat kepala nantinya mendapat sanksi tidak mendapatkan gaji selama 6 bulan," pungkasnya.

 

Padahal dari tahun sebelum-sebelumnya dan bahkan di zaman bupati Kampar Burhanuddin Husin, yang akan berakhir  tidak pernah kampar terlambat mengajukan APBD. 

 

"Tetapi di zaman bupati sekarang (Jefri Noer) yang jabatan akan berakhir justru terlambat dan ini pelajaran penting bagi Kampar,"tuturnya.

 

Penulis : Aulia

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri