Untuk Panggil Kadisdikbud dan Bupati Kampar, Pansus Pungutan Baju Sekolah di Bentuk DPRD Kampar

Dibaca: 735 kali  Selasa,25 Oktober 2016 | 07:32:39 WIB
Untuk Panggil Kadisdikbud dan Bupati Kampar, Pansus Pungutan Baju Sekolah di Bentuk DPRD Kampar
Ket Foto : dprd Kampar buat pansus pungutan baju sekolah

BANGKINANG KOTA- Selain usulan hak angket DPRD Kampar tentang pemberhentian Kades, akibat rekomendasi Inspektorat. DPRD Kampar juga membentuk Paniti Khusus (Pansus)  pungutan Baju Sekolah di Kampar, yang harganya Rp.700 ribu.

 

Menurut Anggota DPRD Kampar Agus Chandra, sekarang ini banyak wali murid yang menjerit pungutan pembelian baju sekolah, yang dilakukan setiap sekolah di Kampar.

 

"Jadi kita akan menyelidiki pemaksaan yang dilakukan oleh sekolah kepada wali murid ini,"ujarnya Senin malam (24/10/2016) kemarin, saat di ruang paripurna DPRD Kampar, usai melaksanakan Hak Angket DPRD Kampar.

 

Dengan dibentuknya Pansus ini, kita akan mencari tahu modus yang mereka lakukan ini. "Termasuk mencari oknum yang bermain untuk masalah pungutan baju sekolah,"ujarnya lagi.

 

Saat ditanyakan apakah pungutan baju disetiap sekolah ini ada melibatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) dan Bupati Kampar. Agus yang juga politisi Golkar Kampar ini menyebutkan, kemungkina bisa jadi. 

 

"Makanya dengan dibentuknya pansus ini kita akan memanggil mereka (Kadisdikbud dan Bupati Kampar) untuk dimintai keterangan,"pungkasnya.

 

Sedangkan Anggota DPRD Kampar Fahmil, menyebutkan dengan di bentuknya Pansus ini ada langkah yang bisa dilakukan. Namun kalau mereka mangkir akan lanjutkan dengan Hak Angket DPRD Kampar. 

 

"Kalau sudah menjadi hak angket nantinya, mereka tidak akan bisa mangkir untuk dipanggil. Karena sama saja mereka melawan Undan Undan (UU). Dan kita bisa melaporkan mereka dalam kasus pidan atau korupsi ke pihak hukum, "pungkas Politis dari Partai PKS ini.

 

 

 

Penulis : Aulia

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
indragiri