September 2016, Riau Alami Inflasi 0,81%

Dibaca: 844 kali  Senin,03 Oktober 2016 | 19:02:01 WIB
September 2016, Riau Alami Inflasi 0,81%
Ket Foto : ilustrasi inflasi

 

PEKANBARU - Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Riau mencapai 0,81% pada September 2016 karena meningkatnya harga bahan makanan.
 
Kepala BPS Riau Aden Gultom mengatakan tingkat inflasi kali ini tergolong tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Meski, angka 0,81% masih di bawah inflasi nasional.
 
"Inflasi masih terkendali. Namun, ini cukup tinggi. Kuartal IV/2016 diharapkan tim pengendali inflasi dapat bekerja lebih keras," katanya saat diwawancarai Bisnis, Senin (3/10/2016).
 
Kelompok bahan makanan selalu menyebabkan terjadinya inflasi di Riau. Hal itu dikarenakan tingginya permintaan bahan makanan mengingat kota-kota di Riau, seperti Pekanbaru memiliki banyak UMKM sektor kuliner.
 
Harga bahan makanan kerap melambung karena hampir seluruh komoditas diekspor dari Sumatra Barat, Sukatra Utara, Jambi dan Sumatra Selatan dan dari luar negeri, seperti Malaysia. Adapun Riau sendiri tidak memiliki lahan pertanian bahan makanan seperti beras, cabai dan lainnya.
 
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Riau Ismet Inono mengatakan, selain masalah rantai distribusi, pasar tempat menjual barang kebutuhan pokok di Riau juga belum kompetitif. Hal ini disebabkan belum ada pasar induk di Riau sehingga distribusi barang tidak terkonsentrasi pada satu titik pasar.
 
Akibatnya harga barang kian tidak kompetitif yang disebabkan mata rantai distribusi antarpasar juga belum maksimal.
 
"Selalu ada pemain di tengah-tengah itu antara produsen ke konsumen di pasar tradisional tadi. Ini juga harus diperhatikan karena pemain ini yang mendapatkan margin tinggi dibandingkan petani," katanya.
 
 
Sumber : Bisnis.com
Editor     : Yani
Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri