Diberikan Apresiasi Oleh Pangdam I BB

Inilah Rahasia Dandim 0313/KPR dan TiM, Dalam Tangani Karhutla Di Tiga Kabupaten ?

Dibaca: 1062 kali  Jumat,02 September 2016 | 11:11:53 WIB
Inilah Rahasia Dandim 0313/KPR dan TiM, Dalam Tangani Karhutla Di Tiga Kabupaten ?
Ket Foto : Pangdam I Bukit Barisan Mayjend TNI Lodewyk Pusung saat mengunjungi makodim 0313 /KPR, didampingi Dandim 0313 Letkol. Kav. Yudi Prasetio dan bupati Kampar H.Jefri Noer

BANGKINANG KOTA- Dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kampar, Pelelawan dan Rokan Hulu (Rohul) di Tiga Kabupaten Kota wilayahnya. Inilah rahasia yang di utarakan Komandan Distrik Militer (Kodim) 0313/KPR Letkol. Kav. Letkol Kav Yudi Prasetio, saat kunjungan Pangdam I Bukit Barisan Mayjend TNI  Lodewyk Pusung, Jum'at (02/09/2016).

Menurutnya, langkah pertama pencegahan Karhutla yang mereka lakukan sejak bulan Maret 2016 sampai sekarang ini dengan membentuk Sub Satgas Karhutla di wilayah yang ia pimpin. Mulai dari Posko Sektor, Posko Sub Sektor dan Posko Titik Kuat.

Untuk langkah kedua pengajuan persiapan personel dititik kuat Pelelawan300 orang, Kampar 150 orang dan Rohul100 orang. Selain itu dengan adanya personil dilapangan mulai dari Kodim506, Polres Kampar 791, MPA 81, BPBD224, Perusahaan 738, Jaring Teritorial1200, Gabinsa 25, Senkom Polri 188, Pasukan BKO 191 dan Sukarelawan 517orang. 

"Dalam penyiapan personil untuk dititik kuat ini kita juga menyiapkan perlengkapan mereka mula dari Rompi Patroli dan juga kacamata Anti UV,"ujarnya didepan Pangdam 1 BB, yang juga dihadiri Bupati Kampar H. Jefri Noer.

Selain itu bersama tim kita juga membuat 258  sekat kanal blocking di Tiga Kabupaten, Kampar 98 sekat kanal blocking, Pelelawan 145 sekat kanal blocking dan Rohul 15 sekat kanal blocking. Ditambah lagi pembuatan 136Embung, Kampar 38 Embung, Pelelawan 41 Embung dan Rohul 57 Embung. 

" Namun yang terpenting lagi pembuatan sumur bor untuk pemadaman api. Dan untuk sementara ini baru di Kampar saja dibuat 80 Sumur bor,"ucapnya.

Selain itu sebut Letkol. Kav. Letkol Kav Yudi Prasetio, dalam Karhutla ini juga dipentingkan penyiapan sarana untuk operasi dan alhamdulilah hal itu didukung mulai Mobil damkar yang terlibat 123 unit dan alat pemadam lainnya mulai Awc 15, Mini Strike 231, Robin 488, Matsuko 9, Paboru 19 dan Sibahura 67. " Ditambah lagi dengan adanya 4 Drone untuk memantau titik api,"ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Makodim0313/KPR juga membentuk Group WA Karhutla, untuk dapat laporan adanya titik api. Dan juga penyiapan GPS dan pengesetan aplikasi monitoring hotspot di HP para personel. "Sehingga setiap ada titik hotspot, personel langsung siaga meskipun malam hari,"bebernya.

Sayembara Berhadiah

Sedangkan untuk upaya lainnya yang kita lakukan ungkap Yudi Prasetio,  adalah membuat sosialisasi larangan membakar lahan melalui spanduk dan juga melakukan sayembara berhadiah bagi yang menangkap pelaku pembakaran lahan.  

"Jadi bagi mereka yang menangkap pelakunya akan kita beri hadiah uang Rp.2 juta, "tuturnya.

Ditambah lagi kita juga melakukan sosialisai kepada para petani, yang mana sosialisasi itu mengingatkan kepada petani mengenai dampak dari kebakaran lahan yang tersisa hanya karbon dan Siolif. "Sehingga mereka akan susah untuk menanam nantinya,"tuturnya lagi.

Sedangkan dalam langka Operasi Yustisi, para petugas melakukan pendataan Kartu Tanda Penduduk (KTP), khususnya didaerah yang rawan terbakar. Para petugas juga mengecek kepemilikan bangunan dan gubuk liar di daerah yang rawan terbakar.

Namun dalam hal ini, ungkap Yudi. Yang sangat terpenting sekali adalah kerjasama tim bagi TNI, Polri, Pemerintah dan Masyarakat. Sebab tanpa ada kerjasama tim semua yang dilakukan ini tidak ada hasilnya. " Jadi keberhasilan ini adala keberhasilan bersama para tim yang kompak. Sehingga karhutlan bisa dicegah ,"tegasnya.

Sebagai bukti kerjasama tim yang sudah kita laksanakan ini adalah sebelumnya Tahun 2015 luas lahan yang terbakar di Kampar sekitar 515 Hektar dan ditahun2016 hanya 74 Hektar. Untuk Pelelawan tahun 2015 lahan terbakar seluas1.139,75 hektar dan ditahun 2016 ada penurunan 648,75 hekta.

" Tetapi untuk Rohul ada kenaikan Karhulat Tahun ini, yang mana sebelumnya Tahun 2015 yang terbakar163 hektar dan untuk tahun 2016menjadi 350 hektar,"pungkasnya.



Penulis : Aulia

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri