WISATA SUMBAR: Tour De Singkarak Dinilai Belum Optimal Dongkrak Kunjungan Turis Asing

Dibaca: 358 kali  Senin,15 Agustus 2016 | 20:22:55 WIB
WISATA SUMBAR: Tour De Singkarak Dinilai Belum Optimal Dongkrak Kunjungan Turis Asing
Ket Foto : Lomba balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) yang menjadi agenda tahunan untuk meningkatkan promosi wisata Sumatra Barat

 

PADANG— Lomba balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) yang menjadi agenda tahunan untuk meningkatkan promosi wisata Sumatra Barat, dinilai belum optimal mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerah itu.
 
Ketua Association of The Indonesia Tour and Travel Agencies (Asita) Sumbar Ian Hanafiah menyebutkan perhelatan TdS yang sudah digelar sejak 2009, belum mampu dimaksimalkan untuk meningkatkan kunjungan wisman ke provinsi tersebut.
 
“Belum signifikan, padahal bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan kunjungan wisman,” katanya, Minggu (14/8/2016) kemarin.
 
Menurutnya, selama ini agenda akbar tersebut baru dinikmati masyarakat lokal sebagai penonton, dan sebagian kecil wisatawan domestik, padahal TdS sudah masuk lima besar event balap sepeda internasional.
 
Dia menyarankan sejumlah strategi yang bisa ditempuh pemerintah untuk meningkatkan kunjungan asing dan partisipasi masyarakat dalam helatan yang sudah memasuki edisi ke 8 itu.
 
Untuk negara peserta atau negara asal pebalap misalnya, Ian menyarankan pemerintah menggandeng kedutaan negara bersangkutan ikut promosi dan berpartisipasi mengajak warga negaranya yang ada di Indonesia memberikan dukungan kepada pebalap mereka.
 
Dengan begitu, pebalap peserta memiliki pendukung dari negaranya, sekaligus bagi daerah tujuan terbantu dalam promosi wisata.
 
Selain itu, dia meminta penyelenggara juga meningkatkan partisipasi masyarakat umum dan komunitas penyuka sepeda untuk ikut lomba atau dibuatkan event tersendiri guna meramaikan Tour de Singkarak.
 
Namun, imbuhnya, secara umum TdS sudah berperan besar meningkatkan branding pariwisata daerah itu, sehingga Sumbar makin dikenal di mancanegara.
 
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengakui perhelatan TdS belum dimaksimalkan terutama pengemasan destinasi, sehingga tidak signifikan mendorong peningkatan kunjungan wisawatan asing.
 
“Kunjungan wisatawan ke Sumbar selalu mengalami peningkatan setiap tahun, tetapi memang belum maksimal dalam pengemasan destinasi,” ujarnya.
 
Irwan meminta pemerintah kabupaten/kota meningkatkan pengemasan dan infrastruktur menuju destinasi unggulan di wilayahnya. Apalagi, dampak TdS sudah membuat sebagian besar jalan di daerah itu dalam kondisi sangat bagus.
 
Dengan bagusnya infrastruktur, Irwan mengungkapkan tinggal penataan dan pengemasan destinasi di kabupaten/kota agar meningkatkan pelayanan kepada wisatawan.
 
Pemprov Sumbar menargetkan kunjungan wisman tahun ini mencapai 70.000 orang guna membantu percepatan realisasi kunjungan wisman ke Tanah Air sebesar 20 juta orang pada 2019.
 
Adapun, Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatatkan kunjungan wisman ke Sumbar melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Pelabuhan Teluk Bayur hanya mencapai 48.755 orang tahun lalu, atau turun 13,10% dari tahun 2014 yang mencapai 56.111 orang.
 
Sementara itu, per Juni 2016, kunjungan wisman ke Sumbar baru menyentuh 22.719 orang. Angka itu hanya tumbuh 0,41% dari periode yang sama tahun sebelumnya 22.626 orang.
 
Mayoritas, kunjungan wisman ke daerah itu berasal dari negara tetangga Malaysia dan Australia. Menyusul kemudian China, Perancis, Amerika Serikat, Thailand, Singapura, Inggris, Jerman, dan India.
 
 
Sumber: Bisnis.com 
Editor    : Aulia
Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
indragiri