Bunga Jadi Penentu Geliat Kredit Properti

Dibaca: 453 kali  Sabtu,13 Agustus 2016 | 16:01:34 WIB
Bunga Jadi Penentu Geliat Kredit Properti
Ket Foto : bunga bank

 

JAKARTA-Suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang rendah jadi faktor utama pendorong penyaluran kredit perumahan. Begitu bunyi Survei Harga Properti Residensial terbaru Bank Indonesia (BI) yang dirilis Kamis (11/8). 
 
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 20,38% responden menyatakan, alasan utama penentu pertumbuhan bisnis properti adalah bunga kredit perbankan. 
 
Bunga KPR tertinggi KPR tercatat di Nusa Tenggara Timur rata-rata sebesar 13,81%. Sedangkan bunga kredit hunian terendah di Nanggroe Aceh 10,43%. Sedang bunga KPR di DKI Jakarta ada kisaran 12%. 
 
Tardi, Direktur Ritel Banking Bank Mandiri, menyatakan, banknya masih menawarkan bunga KPR rendah bagi nasabah baru yaitu 8,5% fix selama tiga tahun. Sedang untuk nasabah KPR lama masih mendapat bunga mengikuti bunga pasar dan belum ada rencana dipangkas. 
 
"Sementara bunga ini masih cukup kompetitif, dan sudah single digit," kata Tardi, Jumat (12/8/16) kemarin. Saat ini, rata-rata bunga KPR di Bank Mandiri per Juni lalu 10,25%. 
 
Tak mau kalah, Bank Central Asia (BCA) juga memberikan bunga KPR satu digit, yakni 7,99% untuk tiga tahun sampai enam tahun pertama, kemudian naik jadi 8,99% untuk tiga tahun berikutnya. 
 
Oleh karena itu, Henry Koenaifi, Direktur Konsumer BCA, menyampaikan, bank yang terafiliasi dengan Grup Djarum ini belum berencana memangkas bunga KPR. Tambah lagi, penurunan bunga kredit harus diputuskan lewat assets and liabilities commitee (ALCO). 
 
"Bunga KPR BCA sudah paling rendah," ujar Henry. Lewat promo bunga ini, BCA membidik pertumbuhan KPR 8%–10%. 
 
Bank Harus Efisien 
 
Enggak mau ketinggalan, Bank Negara Indonesia (BNI) juga menyediakan bunga KPR di bawah 10%. Bahkan, Anggoro Eko Cahyo, Direktur Konsumer BNI, bilang, bank pelat merah ini akan memperpanjang promo bunga KPR single digit untuk nasabah baru, setelah BI meluncurkan aturan pelonggaran LTV. 
 
"Paling tidak kami lakukan review tiga bulan untuk penentuan bunga," ucapnya. Saat ini bank berlogo 46 ini menawarkan bunga KPR 9,75%. 
 
Promo ini plus uang muka (DP) rendah, Anggoro menuturkan, bisa menopang target pertumbuhan KPR BNI tahun ini sebesar 10%. 
 
Sementara Bank Tabungan Negara (BTN) berjanji akan menawarkan bunga kredit single digit. Iman Nugroho Soeko, Direktur Keuangan BTN, bilang, banknya sudah memangkas bunga KPR nonsubsidi sebesar 25 bps dan tak tertutup kemungkinan kembali memotongnya hingga bisa ada di level 9%–10%. 
 
Saat ini, BTN memberikan bunga kredit KPR nonsubsidi 9,95% untuk rumah seharga Rp 200 juta, lalu 10,75% untuk rumah Rp 200 juta–Rp 350 juta, serta 10,25% untuk rumah di atas Rp 350 juta. 
 
Nelson Tampubolon, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan, untuk kredit tertentu termasuk KPR, seharusnya suku bunga bisa berada di level single digit. "Kami akan melakukan pendekatan lewat pengawasan untuk mendorong bank-bank agar lebih efisien," ucap Nelson.
 
 
Sumber : Kontan.co.id
Editor     : Aulia
Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri