Polemik LAK, Datuk Syartuni : Berharap Ninik Mamak Kampar Tidak Diadu Domba

Dibaca: 870 kali  Rabu,03 Agustus 2016 | 19:43:04 WIB
Polemik LAK, Datuk Syartuni : Berharap Ninik Mamak Kampar Tidak Diadu Domba
Ket Foto : Ketua LAK H.Syartuni Datuk Paduko Majo

 

KAMPAR- Dengan terjadinya kekisruhan yang terjadi di Lembaga Adat Kampar (LAK), Ketua LAK H.Syartuni Datuk Paduko Majo mengimbau seluruh Ninik Mamak tidak terprovokasi dengan polemik di LAK. Ia berharap, Ninik Mamak tidak mudah diadu domba dalam polemik sekarang.
 
"Ketakutan ini muncul, disebabkan Ninik Mamak Kampar tidak bisa dimobilisasi untuk kepentingan pasangan Calon tertentu dalam Pilkada nanti. Makanya ada pihak yang berupaya untuk memperkeruh LAK, dengan menciptakannya polemik kepengurusan LAK yang sekarang saya pimpin,"ujar Ketua LAK Hasil Mubes III akhir 2015, Rabu(03/08/16).
 
Ia menegaskan, LAK merupakan organisasi dengan legitimasi sepenuhnya pada Ninik Mamak. Sehingga tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun. Termasuk Pemerintah Kabupaten Kampar. " Makanya ada ketakutan berlebihan dari seseorang yang punya kepentinga. Padahal kita nggak ada mau ngapain,"tuturnya sembari menegaskan dirinya tetap sebagai Ketua LAK yang sah.
 
Sebenarnya kata Dtk Syartuni, dalam masalah yang terjadi ini dirinya tidak habis pikir dengan kekisruhan yang terjadi di Lembaga Adat Kampar (LAK). Kisruh justru muncul setelah Musyawarah Besar (Mubes), sedangkan disaat dilakukan mubes semuanya berjalan tanpa masalah.
 
"Saya merasa lucu saja saat menanggapi surat Panitia Mubes kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kampar. Dimana, surat itu menyampaikan hasil klarifikasi terhadap sanggahan yang mempersoalkan domisilinya tidak di Kampar. Padahal saya masih tercatat sebagai warga Dusun III Calengkok RT 03 RW 06 Desa Bukit Ranah Kecamatan Kampar. Dibuktikan dengan keterangan dari pemerintah desa,"cetusnya sembari ketawa.
 
Bupati Yang Wacanakan PLT
 
Dtk Syartuni juga membeberkan, penunjukan Plt sudah direncanakan dari awal. Saat itu, pengurus menyampaikan hasil Mubes dan menanyakan kesediaan Bupati hadir dalam pengukuhan pengurus baru. 
 
"Waktu itu, Bupati menyarankan dibentuk Plt. Walaupun Plt hanya seminggu. Jadi saya nggak terkejut dengan adanya Plt," ujar Syartuni, bahwa Plt sudah diwacanakan Bupati Kampar Jefry Noer di lokasi P4S Karya Nyata Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu, Maret 2016 lalu.
 
Sedangkan untuk hasil Mubes adalah keputusan tertinggi di LAK, kata Dtk Syartuni. Sehingga pengurus inti yang terpilih dalam Mubes tinggal mengisi struktur pengurus dan sudah dapat menjalankan tugas. Sedangkan mengenai pelantikan hanya seremonial saja dan tidak harus dilaksanakan. 
 
"Jadi mengenai Plt itu ditunjuk oleh Panitia Musyawarah Besar III LAK. Panitia Mubes dinilai tidak berkapasitas menerbitkan SK penunjukan Plt tersebut. Karena nggak satupun organisasi di negeri ini, panitia bisa mengangkat Plt. Baru inilah kejadiannya di Kampar,"ungkapnya.
 
 
Penulis : Aulia 
Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri