Penjelasan BMKG : Gempabumi Mentawai Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng

Dibaca: 317 kali  Selasa,21 Juni 2016 | 17:53:29 WIB
Penjelasan BMKG : Gempabumi Mentawai Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng
Ket Foto : gempa menggucang mentawai (Sumbar)

 

PADANG- Gempabumi tektonik mengguncang seluruh wilayah Kepulauan Mentawai dan Sumatera Barat. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini terjadi pada Selasa 21/06/16) pukul 21:10:23 WIB dengan kekuatan M=5,0 dengan episenter terletak pada koordinat 2.23 LS dan 99.40 BT, tepatnya di laut pada jarak 67 kilometer arah selatan Muara Siberut pada kedalaman hiposenter 15 kilometer (updated parameter).
 
Efek gempabumi yang didasarkan oleh Peta Tingkat Guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa wilayah terdampak gempabumi tersebut antara lain: Pulau Sipora dan Pulau Siberut yang merasakan guncangan yang dirasakan pada skala intensitas IV MMI (dirasakan banyak orang, gerabah pecah, jendela/pintu bunyi berderik). Semetara di Pulau Pagai Selatan, Pulau Pagai Utara, Pulau Tanah Bala, Padang, Painan, Pariaman merasakan guncangan yang dirasakan pada skala intensitas II-III MMI (II SIG BMKG)_artinya gempabumi ini dirasakan oleh orang banyak tetapi tidak menimbulkan kerusakan dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar. Sementara itu wilayah lain di pesisir pantai sepanjang Sumatra Barat diperkirakan merasaka guncangan dalam skala intensitas II MMI (I SIG BMKG). 
 
"Meskipun banyak warga Kepulauan dilaporkan berlarian menyelamatkan diri ke perbukitan tetapi hingga saat ini belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat gempabumi ini,"ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, dalam situs www.bmkg.go.id Selasa (21/06/16).
 
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia dengan hiposenter terletak di Zona megathrust. "Karena hiposenter berada di kedalaman 15 kilometer maka gempabumi ini disebut sebagai gempabumi dangkal, sehingga wajar jika guncangan gempabumi ini di rasakan cukup kuat di Kepulauan Mentawai dan sekitarnya,"jelasnya.
 
Patut kita syukuri bahwa meskipun gempabumi memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault) akan tetapi kerena kekuatan gempabumi relatif kecil M=5,0 maka tidak berpotensi menimbulkan tsunami."Masyarakat di dihimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG. Khusus masyarakat di Kepulauan Mentawai dan Sumatera Barat, dihimbau agar tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab karena gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," harap Daryono. 
 
 
Penulis : Aulia
 
Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
indragiri