Harga Naik, Buah Berkurang

Dibaca: 323 kali  Selasa,29 Maret 2016 | 11:57:33 WIB
Harga Naik, Buah Berkurang
Ket Foto :

KEPENUHAN - Kenaikan harga sawit yang terjadi dalam sebulan terakhir belum memberikan dampak yang begitu signifikan terhadap pendapatan petani kepala sawit.

Hal ini disebabkan terjadinya penurunan buah pada kelapa sawit tersebut atau yang biasa disebut dengan istilah trek.

Seperti yang diungkapkan Nurdin, salah seorang petani sawit di Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu ini, menurutnya jumlah uang yang diterima dari hasil penjualan buah tandan segar (TBS) tidak jauh berbeda ketika pada saat harga sawit dalam kondisi merosot.

Karena pada saat itu menurutnya, buah sawit yang dihasilkan pada saat panen jumlahnya jauh banyak ketimbang saat ini.

‘’Jadi kalau dihitung-hitung, dengan harga sawit  sekarang dan buah sawit yang dihasilkan saat panen masih setimpal pendapatannya pada saat harga sawit masih rendah dulu.

Karena pada saat itu buah sawitnya yang banyak tapi harga jualnya rendah,’’ ucapnya kepada awak media, Ahad (27/3)

Kendati demikian, Nurdin mengaku bersyukur, karena menurutnya, terjadinya penurunan jumlah buah sawit saat dipanen sekarang ini diperkirakan tidak akan berlangsung cukup lama.

Dalam waktu dekat biasanya akan kembali norma. Dia hanya berharap, mudah-mudahan harga sawit yang sekarang sudah berangsur membaik itu terus naik.

Rata-rata masyarakat yang ada di Kecamatan Kepenuhan ini usahanya berkebun sawit. Kalau harga sawit ini terjadi kemerosotan dan diikuti dengan buah sawit yang terjadi trek, maka secara otomatis masyarakat di Kecamatan Kepenuhan ini akan sangat merasakan dampaknya,’’ ucap Nurdin di sela-sela memanen sawit.


Editor : Nida SanGhary
Sumber : riaupos.co

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
indragiri