Pemkab Segera Tetapkan Nama Kawasan Wisata di Bagansiapiapi

Dibaca: 486 kali  Senin,28 Maret 2016 | 12:14:45 WIB
Pemkab Segera Tetapkan Nama Kawasan Wisata di Bagansiapiapi
Ket Foto :

BAGANSIAPIAPI - Pemerintah daerah Rokan Hilir (Rohil) berencana untuk menetapkan nama bagi kawasan wisata baru yang berada di ujung Jalan Bahagia, Bagansiapiapi. Untuk sementara ini, nama yang cenderung dipilih oleh Bupati Rohil H Suyatno, yaitu lokasi wisata Bay Park. Hal ini terungkap pada saat kunjungan melihat progres pembenahan lingkungan wisata tersebut, Senin (28/3/2016) tadi.

Padanan nama ini mengacu pada dua kata yang sama-sama berasal dari bahasa Ingris, yakni Bay yang berarti Teluk dan Park yang berarti Taman.

Sekilas melihat perkembangan saat ini pengunaan kata Taman terasa sesuai karena nantinya pemkab akan menjadikan daerah tersebut sebagai taman wisata. Namun pengunaan kata Bay sangat janggal karena tidak sesuai dengan konteks lokasi, tipologi kawasan tersebut.

Menilik kamus, teluk adalah perairan yang menjorok ke daratan dibatasi oleh daratan pada beberapa sisinya. Karena letaknya itu biasanya Teluk berada di pinggiran laut atau ujung pantai biasanya di Teluk dapat dibangun sejenis pelabuhan.

Kondisi ini berbeda sekali dengan lingkungan yang akrab disebut warga setempat dengan parit Gepak tersebut. Pasalnya, lingkungan memang tidak berada di pinggiran laut atau pantau melainkan awalnya berada di tengah hutan.

Seiring dengan pembangunan perumahan, pembukaan kawasan perkebunan, pertanian dan lain-lain kawasan tersebut mulai dibuka dan berkembang. Keberadaan parit Gepak memiliki beberapa versi namun menurut warga kebanyakan meyakini parit tersebut dulunya dijadikan untuk perlindungan di masa kolonial Belanda.

Masih mengacu pada kamus bahasa Indonesia, Bivak berasal dari bahasa Prancis merupakan tempat berlindung sementara (darurat) di alam bebas dari aneka gangguan seperti cuaca, binatang buas, angin dan lain-lain. Senada dengan ini penyebutan bahasa Belanda diyakini dari kata Bivack, sebagai tempat perlindungan atau bertahan di alam bebas.

"Dulu namanya Bivack," ujar seorang warga Jalan Bahagia, sambil menuliskan ejaan nama tempat tersebut. Ia bersikukuh bahwa nama tersebut sudah ada pada saat masa peperangan di mana Belanda pernah menjejakkan kaki di Bagansiapiapi. Penamaan dari istilah Belanda ini diperkirakan memang cocok dengan kondisi saat itu apalagi Belanda memang pernah berada di Bagansiapiapi.

Tapi seiring perkembangan zaman, penyebutan mengalami perubahan sesuai dialek lokal. Masyarakat sekitaran lebih akrab menyebutkan nama parit Gepak untuk daerah yang kini mulai bertahap dijadikan kawasan wisata oleh Pemkab Rohil tersebut.

"Daerah ini namanya parit Gepak, orang sudah biasa menyebutnya begitu," ujar warga jalan Bulan, Ramlan. Pendapat selaras juga dikemukakan warga Hendri. "Yang kami tahu sejak kecil lagi disebut orang Parit Gepak," cetusnya.

Wakil Ketua DPRD Rohil Abdul Kosim mengharapkan, pemkab dapat menetapkan nama yang tepat untuk daerah tersebut. Meski terkesan sepele namun, terangnya, hal itu harus disikapi dengan arif karena menyangkut faktor historis dan kebiasaan masyarakat setempat. "Jika masyarakat sudah biasa menyebutnya dengan nama parit Gepak, lalu diganti lain, nanti bagaimana persepsi masyarakat," ujarnya.

Meski begitu, Abu Kosim menyatakan sangat mendukung upaya pemkab untuk membangun destinasi wisata yang ada di daerah. Potensi wisata menurutnya harus dapat dioptimalkan seiring dengan tren berkurangnya dana bagi hasil minyak yang diperoleh kabupaten/kota se-Riau pada tahun ini.

Editor : Nida SanGhary
Sumber : riaupos.co

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
indragiri