NASIB PERSAWAHAN DI RIAU

Ketika Sawit Menggoda, Sawah pun Terancam

Dibaca: 412 kali  Minggu,27 Maret 2016 | 14:44:42 WIB
Ketika Sawit Menggoda, Sawah pun Terancam
Ket Foto : HAMPARAN PADI: Hamparan padi yang mulai menguning di salah satu desa di Riau. Persoalan klasik masalah irigasi masih menjadi ancaman bagi warga untuk ke ladang menanam padi. Sebab tak sedikit di Riau masih mengandalkan tadah hujan untuk bersawah dan ladan

RIAU - Jika penanggulangan masalah pengairan atau irigasi sawah/ladang tak ditanggapi serius oleh pemerintah. Jika tetap cuai, ribuan lahan sawah masyarakat akan terancam berubah jadi perkebunan, terutama kelapa sawit.

Hal ini seperti terjadi di Desa Serusa, Kabupaten Rokan Hilir. Ketika sejak  beberapatahun lalu soal pengairan selalu dikesampingkan, sekitar 486 hektare sawah masyarakat beralih fungsi menjadi kebun sawit. Kini, tinggal 300 hektare yang masih bertahan untuk ditanami padi.

‘’Padahal dulu lahan padi di Serusa mencapai 1.000 hektare lebih. Hal ini lagi-lagi persoalan air atau pengairan. Karena terjadi kekeringan dan kurang produktif, warga berpindah menanam kelapa sawit,’’ jelas Sulami.

Sekarang, kelompok taninya tetap bertahan. ‘’Sulit untuk meyakinkan masyarakat. Apalagi jika lahan sawahnya sudah kering. Daripada tak berproduksi, lebih baik di buat kebun,’’ tegasnya.

Persoalan alih fungsi lahan juga terlihat di Desa Kemuning Muda. Puluhan hektare lahan sawah yang sebelumnya ditanam padi sekarang sudah tumbuh batang sawit berumur 3-4 tahun. ‘’Kita juga sebenarnya sangat kecewa mengapa ditanami sawit. Tapi tak bisa berbuat apa-apa karena lahan tersebut milik mereka,’’ jelas Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Kemuning, Zainal Arifin.

Kini ada kesepakatan antara masyarakat desa dan kelompok tani bahwa jika sawit milik warga tergenang air ketika musim tanam, jangan disalahkan karena sudah risiko mereka. ‘’Alhamdulillah para pemilik kebun sawit tak marah,’’ jelasnya.

Editor : Nida SanGhary
Sumber : riaupos.co

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri