Indosat Semakin Merugi, Ini Penyebabnya

Dibaca: 493 kali  Sabtu,26 Maret 2016 | 09:15:34 WIB
Indosat Semakin Merugi, Ini Penyebabnya
Ket Foto :

JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) yang berupaya mengurangi kerugiannya, terganjal depresiasi nilai tukar rupiah pada 2015. Akibat rupiah melemah, rugi selisih kurs membengkak hingga 304,4 persen.

Beruntung, perusahaan di bawah Grup Ooredoo dan sebagian sahamnya masih dimiliki pemerintah RI itu melakukan efisiensi ketat. Dampaknya, perseroan mampu mengurangi rugi bersih menjadi Rp1,31 triliun pada 2015.

Rugi bersih ISAT sepanjang 2015 itu membaik bila dibandingkan dengan Rp2,008 triliun pada 2014. Perbaikan tidak terlepas dari kenaikan pendapatan 11,1 persen sepanjang tahun lalu menjadi Rp26,768 triliun daripada Rp24,085 triliun pada 2014.

Mayoritas merupakan pendapatan seluler, yakni Rp21,895 triliun atau naik 12,4 persen bila dibandingkan dengan Rp19,480 triliun.

Sepanjang tahun lalu, ISAT benar-benar melakukan efisiensi. Terbukti, beban hanya meningkat 4,1 persen sehingga berhasil meraih kenaikan laba usaha 265,2 persen menjadi Rp2,362 triliun jika dibandingkan dengan Rp646,8 miliar pada 2014.

Hanya saja, ISAT dilanda rugi selisih kurs Rp1,599 triliun pada 2015 atau membengkak 304,4 persen daripada Rp395,4 miliar pada 2014. Sedangkan total utang naik 2,3 persen, menjadi Rp23,676 triliun.

Presiden Direktur dan CEO ISAT Alexander Rusli mengatakan, pelanggan ISAT meningkat 6,5 juta menjadi 69,7 juta pada 2015. Persepsi kualitas jaringan yang meningkat, ditambah kampanye akuisisi yang agresif, membuat pelanggan meningkat.

Penambahan pelanggan terutama didominasi pengguna data yang mendorong pertumbuhan trafik data 133,2 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Tanpa keraguan, 2015 merupakan tahun menarik yang dipenuhi berbagai tonggak perjalanan penting," kata dia dalam statement penyampaian laporan keuangan 2015 ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/3/2016).

Alex mengaku berhasil menyelesaikan roadmap goals tiga tahun yang ditetapkan sekaligus memasuki era 4G. "Setelah itu, kami memulai tahapan baru yang akan mengubah solusi telekomunikasi tradisional menjadi solusi digital yang akan memperkaya kehidupan masyarakat seutuhnya," ujar dia.

Editor : Nida SanGhary
Sumber : riaupos.co

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri