Akhirnya Kepolisian Menetapkan Kepemilikan Paket Sabu-sabu Di Kampung Dalam

Dibaca: 1685 kali  Jumat,25 Maret 2016 | 13:03:10 WIB
Akhirnya Kepolisian Menetapkan Kepemilikan Paket Sabu-sabu Di Kampung Dalam
Ket Foto : Barang bukti narkoba yang diamankan Sat Res Narkoba Polresta Pekanbaru

PEKANBARU - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru melalui Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru telah menetapkan empat orang tersangka kepemilikan ribuan paket sabu-sabu yang diamankan dalam penggerebekan di Kelurahan Kampung Dalam, Kamis (24/3) kemarin.

"Kita telah menetapkan empat orang tersangka. Tersangka pertama sebagai bandar
berinisial RJ, selanjutnya tiga tersangka lainnya RM, EPR dan AP sebagai kaki tangan
bandar," ungkap Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Aries Syarif Hidayat saat gelar
perkara di Pekanbaru, Jumat (25/3).

Lebih lanjut, Aries mengatakan kalau keempat tersangka yang diamankan di sebuah
rumah di Kampung Dalam tersebut berusia antara 15 tahun hingga 20 tahun. RJ sendiri
sebagai bandar dan kaki tangannya RM tercatat berusia 20 tahun, sementara EPR dan AP
berusia 15 tahun. Kedua nama terakhir, sebut Kapolres, masih berstatus sebagai
pelajar Sekolah Menengah Atas.

Selain keempat tersangka, sebut Aries, pihak kepolisian yang dipimpin langsung Kasat
Res Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza, juga menyita barang bukti
berupa 4.639 paket sabu siap edar yang terdiri dari 3.746 paket seharga Rp100 ribu,
790 paket seharga Rp150 ribu, 60 paket Rp400 ribu dan 43 paket seharga Rp500
ribu. "Anggota juga mengamankan barang bukti berupa 200 butir pil ekstasi. Jika
diuangkan, sekitar Rp6 miliar rupiah omzet mereka," lanjutnya.
 
Lebih lanjut, Aries mengatakan kalau pihaknya masih mendalami darimana barang haram
itu berasal. Hanya saja, ia memastikan bahwa barang tersebut masuk ke Kota Bertuah
ini melalui jalur sungai.

"Mereka (para tersangka,red) mengaku mendapatkan barang ini melalui salah satu
pelabuhan di Sungai Siak. Dari mana asal barang ini, kita masih mendalaminya,"
tegasnya.

Masih menurut Aries, dari pemeriksaan sementara diketahui bahwa para tersangka
menjalankan bisnis haramnya selama empat bulan lamanya. "Dalam jangka empat bulan
itu, mereka mengaku telah melepas (menjual,red) 10 kilogram sabu-sabu," jelasnya.

Terkait diungkapnya jaringan tersebut, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes
Pol Hermansyah, menolak bahwa jajarannya kecolongan atas ulah keempat tersangka itu.
Ia mengatakan bahwa terungkapnya jaringan itu justru hasil dari kerja keras
jajarannya dalam mengungkap jaringan narkoba melibatkan remaja tersebut.
     
Selain itu, mantan Kabid Humas Polda Riau tersebut juga mengatakan bahwa kondisi
geografis Riau yang cukup kompleks membuat begitu banyak pintu masuk narkoba dari
luas. "Mereka biasa masuk dari udara, darat dan air. Namun umumnya melalui darat.
Ini akan menjadi evaluasi kita ke depannya," pungkasnya.


Penulis : Dian
Editor : Nida SanGhary

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri