Mengapa Xiaomi Redmi 3 Tak Kunjung Masuk Indonesia?

Dibaca: 430 kali  Kamis,17 Maret 2016 | 14:05:54 WIB
Mengapa Xiaomi Redmi 3 Tak Kunjung Masuk Indonesia?
Ket Foto :

Awal Januari 2016, Xiaomi kembali menggebrak pasar smartphone kelas menengah. Kala itu, vendor asal China itu merilis perangkat terbarunya yang dinamakan Redmi 3.

Tidak jauh berbeda dari Redmi generasi-generasi sebelumnya, Redmi 3 mendapat sambutan hangat. Alasannya, selain dilengkapi dengan spesifikasi yang cukup tinggi, perangkat tersebut dibanderol dengan harga relatif murah.

Produk itu sendiri sudah dilepas di kampung halaman Xiaomi, China. Nah, pertanyaan besarnya, kapan Redmi 3 bakal masuk ke Indonesia?

Beberapa minggu setelah peluncuran Redmi 3 di China, penggemar Xiaomi di Indonesia sebenarnya sudah sangat semringah. Pasalnya, perangkat tersebut telah lulus uji coba perangkat di Dirjen Postel. Bahkan sertifikatnya sudah dicetak.

Biasanya, apabila sebuah perangkat telah lulus uji coba, tidak lama kemudian produk tersebut akan dijual secara resmi di pasar.

Sayangnya, hingga berita ini dinaikkan, Redmi 3 tidak ada tanda-tanda bakal dilepas secara resmi di pasar Indonesia.

Xiaomi pun belum angkat bicara mengapa produk tidak juga dilepas. Menurut analisis KompasTekno, tampaknya Xiaomi saat ini sedang terganjal regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang harus dipenuhi oleh semua smartphone berbekal jaringan 4G LTE.

Selain sertifikasi dari Dirjen Postel tersebut, importir memang harus bisa memenuhi kebijakan TKDN sebelum bisa menjual perangkat 4G secara resmi di Indonesia.

Saat ini, semua smartphone yang masuk ke kategori itu harus sudah memenuhi setidaknya 20 persen kandungan lokal. Itu artinya, kemungkinan besar, Redmi 3 belum memenuhi kebijakan tersebut.

Lantas, kapan perangkat tersebut bisa masuk ke Indonesia? Setidaknya sampai Xiaomi bisa memenuhi kebijakan TKDN tersebut.

Namun, untuk memenuhi kebijakan tersebut tentunya bukan perkara mudah. Xiaomi diharuskan untuk "menanam" sesuatu atau berinvestasi di Tanah Air.

Kebanyakan importir smartphone luar memutuskan untuk membangun atau setidaknya mencari rekanan pabrik di Indonesia. Pabrik-pabrik tersebut digunakan untuk merakit smartphone setidaknya untuk memenuhi standar TKDN di Indonesia.

Apakah Xiaomi akan memenuhi kebijakan tersebut? Mari kita tunggu saja.


Editor : Nida SanGhary
Sumber : kompas.com
 

 

 

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri