Kementan: Harga Cabai Melonjak akibat Ulah Pedagang

Dibaca: 347 kali  Rabu,16 Maret 2016 | 12:48:48 WIB
Kementan: Harga Cabai Melonjak akibat Ulah Pedagang
Ket Foto : Pedagang bumbu dapaur di Pasar Bersehati Manado

JAKARTA - Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kemtan) mengklaim pasokan bawang dan cabai dalam negeri masih memenuhi kebutuhan nasional.

Kemtan menghitung rata-rata produksi cabai domestik sebesar 84 ton per bulan. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata konsumsi cabai per bulan sebesar 80 ton per bulan.

Dirjen Hortikultura Spudnik Sujono mengatakan pasokan cabai dalam negeri sebenarnya masih cukup dan tidak terjadi penurunan produksi atau pun kelangkaan.

Namun karena rantai pasok pangan yang panjang dan adanya permainan spekulasi menyebabkan harga cabai dan bawang melonjak.

Ia mengatakan, pembelian cabai dan bawang oleh Kemtan dari sentra produksi untuk menunjukkan ke masyarakat bahwa dua komoditas itu masih cukup untuk kebutuhan dalam negeri.

Spudnik mengambil contoh cabai yang baru tiba di Kantor Kemtan yang diangkut di dalam satu truk.

Ia bilang bahwa Kemtan akan melakukan operasi pasar (OP) di sejumlah pasar di Jakarta dan sekitarnya dengan menjual cabai rawit seharga Rp 35.000 per kg dan cabai keriting seharga Rp 30.000 per kg.

Harga ini lebih rendah dibandingkan harga cabai saat ini yang sudah mencapai Rp 40.000 di pasar induk dan Rp 60.000 di tingkat retail.

"Saya menghimbau kepada pedagang kalau mengambil untung itu jangan terlalu besar, itulah sebabnya, kami melakukan OP Ini agar masyarakat tahu pasokan cabai itu aman," jelasnya, Rabu (16/3).

Spudnik mengatakan ke depan, Kemtan dan Kemeterian Perdagangan (Kemdag) telah menjalin kerajsama untuk memperbaiki tata niaga pangan, termasuk cabai dan bawang.

Akan disiapkan cara dan mekanisme khusus untuk memotong mata rantai pasok yang panjang dan kerap dimanfaatkan untuk mengambil untung setinggi-tingginya.

Editor : Nida SanGhary
Sumber : kompas.com

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri