Pemeriksaan Terhadap Mantan Petinggi PT Bumi Laksamana Jaya, Dilakukan Di Kejaksaan Tinggi Riau.

Dibaca: 427 kali  Rabu,16 Maret 2016 | 12:43:22 WIB
Pemeriksaan Terhadap Mantan Petinggi PT Bumi Laksamana Jaya, Dilakukan Di Kejaksaan Tinggi Riau.
Ket Foto : ilustrasi

PEKANBARU-Yusrizal Andayani dan Ari Suryanto diperiksa Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Rabu (16/2). Proses pemeriksaan terhadap mantan petinggi PT Bumi Laksamana Jaya, dilakukan di Kejaksaan Tinggi Riau.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Mukhzan, membenarkan pemeriksaan tersebut. Dikatakannya, kedua diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang tengah disidik Kejagung, yakni kasus dugaan korupsi penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Bengkalis ke PT BLJ, dimana kasus ini juga yang menyeret keduanya sebagai tersangka dan telah menjalani proses persidangan.

"Hari ini (kemarin,red) ada saksi Yusrizal Andayani, dan Ari Suryanto yang dimintai keterangannya oleh Penyidik dari Kejagung," sebut Mukhzan, Rabu petang.

Dikatakan Mukhzan, kedua saksi ini dianggap mengetahui perkara ini. Pasalnya, kedua saksi ini merupakan mantan petinggi di perusahaan plat merah Kabupaten Bengkalis.
"Keduanya (Yusrizal Andayani dan Ari Suryanto,red), dianggap tahu. Mereka kan pernah bekerja di sana (PT BLJ,red)," lanjut Mukhzan.

Proses penyidikan di Pekanbaru, sebut Mukhzan, masih terus dilakukan hingga beberapa hari kedepan. Sebelumnya, Penyidik Kejagung, telah memeriksa sejumlah saksi baik
dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis maupun pihak luar. Selasa (15/2) kemarin, tampak Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, Burhanuddin, yang diperiksa
Penyidik.

Sehari sebelumnya, tiga orang saksi yang dimintaiketerangan, yakni Hamdan selaku
Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Bengkalis, Joni Indra, selaku Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Bengkalis, dan Muklis selaku Komisaris Utama PT
BLJ.

"Dijadwalkan sampai akhir pekan ini tim Kejagung berada di sini (Pekanbaru,red)," pungkas Mukhzan.

Dalam perkara ini, Pemkab Bengkalis mengucurkan anggaran penyertaan modal ke PT BLJ sebesar Rp300 miliar pada Tahun Anggaran 2012 lalu. Dana tersebut diperuntukan untuk
pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Gas dan Uap (PLTGU) di desa Buruk Bakul Kecamatan Bukit Batu, dan Desa Balai Pungut Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, yang menelan biaya Rp1 triliun lebih.

Dalam pelaksanaannya, pihak PT BLJ malah diketahui membentuk tujuh anak perusahaan. Dana diduga mengalir ke anak perusahaan tersebut, diantaranya, PT Sumatera Timur
Energi dan PT Riau Energi Tiga, nominalnya mulai dari jutaan rupiah sampai dengan miliaran baik dalam bentuk investasi, beban operasional, yang tidak ada hubungannya
dengan pembangunan PLTGU.

Di antara aliran dana juga diketahui terdapat sebesar Rp70 miliar ke PT Kalta. Perusahaan ini memiliki aset di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru. Direncanakan di lokasi akan dibangun gedung Kalta Tower. Selain itu, perusahan ini juga bekerja sama dengan sekolah internasional, dan membangunnya di sana dengan nama Indonesia Creative
School.
 
Dalam vonis tingkat pertama dengan terdakwa Yusrizal Andayani dan Ari Suryanto, majelis hakim memutuskan menyita seluruh aset tersebut. Putusan ini dikuatkan pada
tingkat banding, dan saat ini masih berlangsung upaya hukum lanjutan, Kasasi di Mahkamah Agung RI.


Penulis : Dian
Editor : Nida SanGhary

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri