Alizar diperiksa Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau

Dibaca: 844 kali  Rabu,16 Maret 2016 | 12:38:42 WIB
Alizar diperiksa Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau
Ket Foto : ilustrasi

PEKANBARU-Alizar diperiksa Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau, Rabu (16/3). Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut diminta Keterangan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Pelabuhan Dorak di Selatpanjang.

"Penyidik lagi memeriksa saksi inisial A (Alizar,red). Dia merupakan Asisten I (Bidang Pemerintahan Setdakab Meranti,red)," ungkap Kepala Seksi Penyidikan Kejati Riau, Rachmad Lubis, Rabu petang.

Selain Alizar, sebut Rachmad, Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap dua orang lainnya. Mereka yakni, Muhammad dan Syarif, yang masing-masing mantan Kepala Desa Banglas dan Bendahara Panitia Pengadaan Lahan untuk Pelabuhan Dorak.

Lebih lanjut Rachmad menyebut kalau pemeriksaan tiga orang tersebut dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara para tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Mereka ini saksi untuk para tersangka," tukas Rachmad.

Sejak dikeluarkan penetapan tersangka dalam kasus ini, satu persatu pihak dipanggil untuk dimintai keterangan. Pada Selasa (15/3 kemarin, diketahui ada pemeriksaan terhadap Iqaruddin selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Imrannuddin dari Kantor Pajak Selatpanjang. Dan Ma'mun Muroj. Dalam kegiatan pengadaan lahan untuk Pelabuhan Dorak, dua nama yang disebut terakhir merupakan anggota panitia.

Selain tiga nama tersebut, juga dilakukan pemeriksaan terhadap Azmi Ibrahim yang merupakan mantan Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sementara, pada pemeriksaan yang dilakukan Senin (14/3) kemarin, terdapat sejumlah nama yang diperiksa, antara lain Yuliarso selaku mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdakab Kepulauan Meranti, Sugeng yang merupakan pihak perantara, dan Simin selaku pemilik tanah.

Dalam perjalanan kasus ini, Tim Penyidik Pidsus Kejati Riau akhirnya menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Pelabuhan Dorak di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Penetapan tersangka tersebut dilakukan pada 1 Maret 2016 lalu.

Adapun keempat tersangka tersebut, yakni Zubiarsyah yang merupakan mantan Sekdakab Kepulauan Meranti, Suwandi Idris selaku Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kepulauan Meranti, Mohammad Habibi selaku Kabid Aset di Pemkab Kepulauan Meranti sekaligus menjabat Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada kegiatan pengadaan lahan untuk pembangunan kawasan Pelabuhan Dorak, dan Abdul Arif selaku penerima kuasa dari pemilik lahan.

 

Penulis : Dian
Editor : Nida SanGhary

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri