Sidang Perdana Digelar

Dugaan Korupsi UYHD Satuan Kerja Pemkab Bengkalis di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru

Dibaca: 1124 kali  Rabu,16 Maret 2016 | 12:26:24 WIB
Dugaan Korupsi UYHD Satuan Kerja Pemkab Bengkalis di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru
Ket Foto : Ilustrasi

PEKANBARU-Sidang perdana kasus dugaan korupsi Uang Yang Harus Dipertanggungjawabkan di tiga Satuan Kerja di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rabu (16/3).

Adapun terdakwa dalam kasus ini antara lain Muhammad Nasir untuk perkara di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bengkalis, Intan Kesuma untuk perkara di Sekretariat DPRD Bengkalis, dan Asir untuk perkara di Badan Penelitian dan Pengembangan Bengkalis.

Para terdakwa ini diduga melakukan penyimpangan yang menyebabkan kerugian negara, masing-masing sebesar Rp6,2 miliar untuk perkara di Sekretariat DPRD Bengkalis, Rp2,1 miliar untuk perkaran di Disperindag Bengkalis, dan Rp1,1 miliar untuk perkara Balitbang Bengkalis.

Adapun agenda persidangan yakni pembacaan surat dakwaan yang disampaikan JPU Budi Fitriadi dari Kejaksaan Negeri Bengkalis, dan Sepni Yanti dari Kejaksaan Tinggi Riau. Untuk pembacaan surat dakwaan tersebut dilakukan bersamaan. Namun untuk persidangan berikutnya akan digelar terpisah.

"Karena sidang (pembacaan) dakwaan, makanya disatukan. Nanti sidang berikutnya akan dilakukan terpisah," ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU), Budi Fitriadi dari Kejaksaan Negeri Bengkalis, usai persidangan. Selain Budi, dalam persidangan tersebut juga terdapat JPU lainnya, yakni Sepni Yanti dari Kejaksaan Tinggi Riau.

Dalam dakwaannya, JPU mendakwa ketiga terdakwa dengan Pasal 2, Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kasus ini sebelumnya dilidik dan sidik oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Sepanjang proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Dit Res Krimsus Polda Riau sudah ada pengembalian sebagian kerugian negara. Masing-masing pengembalian kerugian negara untuk dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Bengkalis sebanyak Rp3,9 miliar.
 
Pengembalian kerugian negara juga dilakukan untuk terdakwa Muhammad Nasir atas dugaan korupsi di Disperindag Bengkalis dengan besaran Rp500 juta.

Untuk diketahui, korupsi di Sekretariat DPRD Bengkalis terjadi pada Tahun Anggaran 2011, dugaan Korupsi di Balitbang Bengkalis, dan perkara dugaan korupsi di Disperindag Bengkalis terjadi pada tahun anggaran 2010-2011 silam.


Penulis : Dian
Editor : Nida SanGhary

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri