Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi KUR Terancam Pidana 20 Tahun

Dibaca: 1587 kali  Selasa,08 Maret 2016 | 14:21:17 WIB
Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi KUR Terancam Pidana 20 Tahun
Ket Foto : ilustrasi

PEKANBARU-Lima orang terdakwa kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI Unit Kilan Rengat, Indragiri Hulu, terancam pidana selama 20 tahun penjara.

Pasalnya, kelima terdakwa yang merupakan mantan pegawai BRI Unit Kilan, Rengat,yakni masing-masing Riveldi Wijaya, Hari Antoni, Cendikia M Rades, Aulia Rosadi dan Rio Sunindra, dijerat dengan dakwaan subsideritas yang mengatur perihal tindak pidana korupsi.

Demikian terungkap di persidangan perdana yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (8/3). Adapun agenda persidangan yaitu pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Dalam dakwaannya, JPU menjerat kelima terdakwa dengan Pasal berlapis yang mengatur tindak pidana korupsi.

"Para terdakwa didakwa dengan dakwaan primer yaitu Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001,
tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana," ungkap JPU Himawan Putra dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat, di hadapan majelis
hakim yang diketuai oleh Irwan Efendi.

Sementara, untuk dakwaan subsider, JPU mendakwa dengan Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001,tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Kedua dakwaan tersebut dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Lebih lanjut, JPU menerangkan kalau para terdakwa diduga menyalurkan kredit fiktif pada program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2010 - 2011 lalu.

"Perbuatan kelima terdakwa turut serta berperan terjadinya tindak pidana korupsi kredit fiktif pada program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2010 - 2011 lalu, yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 900 juta lebih," lanjut JPU Himawan.

Kelimanya, sebut JPU, merupakan Mantri atau marketing pada BRI tersebut. Tugasnya melakukan survey lapangan atas usulan KUR yang diajukan oleh kelompok masyarakat kepada BRI.
 
"Dalam prakteknya, kelima terdakwa itu langsung menyetujui permohonan KUR tanpa melakukan survey yang akhirnya disetujui pencairan dana oleh Kepala Unit BRI Kilan,"  sebutnya.

Sementara itu, Kepala unit yang didakwa dalam perkara ini telah menjadi terpidana dengan hukuman satu tahun delapan bulan kurungan penjara.

Secara rinci masing-masing terdakwa memberi rekomendasi kepada sejumlah debitur yang menerima kredit dalam program KUR tersebut.  Terdakwa Riveldi Wijaya memberi rekomendasi terhadap 34 debitur. Terdakwa Cendekia M  Rades memberikan rekomendasi terhadap 21 debitur, terdakwa Rio Sunindra memberikan rekomendasi terhadap 8 debitur, dan terdakwa Aulia Rosadi memberi rekomendai terhadap 11 debitur.



Penulis : Dian
Editor : Nida SanGhary

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
indragiri