terkuaknya Dugaan Zuaxza Yang menjadi otak tewasnya Kopda Dady Santoso

Dibaca: 1313 kali  Selasa,08 Maret 2016 | 13:07:55 WIB
terkuaknya Dugaan Zuaxza Yang menjadi otak tewasnya Kopda Dady Santoso
Ket Foto : Sidang lanjutan pembunuhan Kopda Dadi Santoso

PEKANBARU-Dugaan Zuaxza alias Caca Gurning menjadi otak dalam kasus penabrakan yang menyebabkan tewasnya Kopda Dady Santoso, mulai terkuak. Anak mendiang Halomoan Gurning tersebut diduga yang memberikan perintah Andi Firmansyah Harianja, untuk menabrak anggota TNI dari satuan Kostrad tersebut.

Hal itu diutarakan M Fadilah Sinaga, anak buah Caca Gurning ketika menjadi saksi di Pengadilan Negeri Pekanbaru untuk Andi Firmansyah Harianja, Selasa (8/3).

"(Caca Gurning) sempat panik setelah menyuruh Andi menabrak korban," ungkap Fadilah yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum Sukatmini dan Herlina, dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

Menurut Fadilah, dirinya sempat menyarankan Caca Gurning untuk melapor ke Polsek Bukitraya. Namun, Caca tetap menolak dan memerintahkan Andi tetap jalan.

"Tetap jalan saja," ucap Sinaga menirukan perkataan Caca kala itu. Dalam pelariannya itu, Fadilah menyebut Andi membawa mobilnya dengan kecepatan penuh. Kemudian ketikanya mengantarkan mobil ke rumah Andi, lalu menaiki taksi untuk
pergi ke bengkel milik Caca Gurning yang berada di Palas.

Lebih lanjut, Fadilah menyebutkan, sebelum kejadian dirinya dijemput oleh pria bernama Bembeng di bengkel. Keduanya naik sepeda motor menuju sebuah ATM yang disana sudah terdapat Caca Gurning.

Kemudian, Fadilah naik mobil bersama Caca dan dikemudikan Andi menuju kawasan purna MTQ. Di lokasi ini, sempat ada keributan antara Caca Gurning dengan belasan anggota geng motor.

"Ada belasan yang membawa senjata tajam, balok dan batu. Mereka memukul mobil," sebut Fadilah melanjutkan kesaksiannya di hadapan majelis hakim yang diketuai Martin
Ginting.

Ketakutan, Caca memerintahkan Andi untuk kabur dari kawasan purna MTQ. Di sanalah kemudian, Kopda Dady dan saksi Sandy berada di depan Gedung Idris Tintin.

"Mobil itu berputar ke arah kiri dan menuju ke kami. Saya berhasil menghindar, sementara korban ditabrak," sebut saksi lainnya, Sandy.

Sebelum kejadian, Sandy menyebut dirinya menjadi korban begal, dimana sepeda motornya dirampas sejumlah anggota geng motor.

"Kemudian saya pergi ke pos kesehatan di MTQ tempat saya bermain dan menceritakan kepada Iqbal (Satpol PP) dan korban (Kopda Dady Santoso)," terang Sandy.

Di lokasi itu, Kopda Dady Santoso bersama Sandy dan Iqbal ada sekumpulan orang memakai sepeda motor dan mobil yang di dalamnya ada Caca, Andi dan Fadilah.

"Itu orangnya, itu orangnya," sebut Sandy menirukan ucapan Kopda Dady Santoso.

Tak lama kemudian, mobil itu mengarah ke korban dan Sandy. Mobil itu kemudian menabrak korban dan Sandy berhasil lolos.

Hingga kini, Caca masih menjadi buronan kepolisian dan militer. Keberadaanya belum diketahui hingga sekarang.

"Sampai sekarang saya tidak tahu dimana bos (Caca) berada," pungkas Fadilah kepada majelis hakim.

Penulis : Dian
Editor : Nida SanGhary

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri