Sate Kere, Kuliner Unik di Pasar Beringharjo

Dibaca: 500 kali  Kamis,03 Maret 2016 | 07:35:18 WIB
Sate Kere, Kuliner Unik di Pasar Beringharjo
Ket Foto : Sate koyor

YOGYAKARTA - Menempati emperan pasar Beringharjo sisi selatan, seorang perempuan paruh baya tampak dengan ramah melayani setiap orang yang membeli dagangannya.

Kepulan asap yang mampu menggugah selera, menjadi pemandangan khas dari lokasi berjualan perempuan bernama Ponijah ini.

Kepulan asap tersebut berasal dari proses pembakaran sate kere, dagangan yang setiap harinya dijual perempuan berumur 48 tahun ini. Sate kere ini menjadi salah satu panganan khas Beringharjo yang banyak diburu pengunjung pasar.

Sate kere sendiri adalah sate yang terbuat dari gajih atau lemak sapi. Karena berbahan baku gajih, maka saat dibakar sate ini menghasilkan asap yang begitu banyak dan aromanya yang khas membuat banyak orang penasaran dengan panganan yang satu ini.

Ponijah menuturkan sebelum dibakar, gajih terlebih dahulu diberi bumbu. "Setelah koyor dipotong, terus diberi bumbu. Bumbu yang digunakan adalah bumbu dendeng yang terbuat dari bawang putih, ketumbar, merica, gula jawa, dan beberapa bumbu lainya," ujarnya.

Proses pemberian bumbu ini dilakukan Ponijah di rumah, sehingga saat sampai di Beringharjo dirinya tinggal membakar sate jika ada pesanan dari pembeli.

Setelah dibakar, sate koyor ini memiliki warna kuning keemasan yang benar-benar menggoda selera.

Penggunaan bumbu dendeng, menciptakan sate dengan citarasa gurih dan cenderung manis. Meskipun bahan utamanya adalah koyor, tetapi rasanya tidak ngendal di tenggorokan saat dinikmati.

Selain menyediakan sate koyor, Ponijah juga menyediakan sate dari daging sapi, hati, dan ginjal sapi. Bumbu yang digunakan untuk sate ini juga bumbu dendeng.


Editor : Nida SanGhary
Sumber : Kompas.com

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri