Pemeriksaan Intensif Dilakukan Terhadap Lima Orang Pemilik Narkoba

Dibaca: 463 kali  Selasa,01 Maret 2016 | 14:08:32 WIB
Pemeriksaan Intensif Dilakukan Terhadap Lima Orang Pemilik Narkoba
Ket Foto : ilustrasi

PEKANBARU- Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Padang, masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap lima orang yang diamankan, Senin (29/2) kemarin. Dimana, salah seorang yang turut digiring ke Mapolresta Padang adalah Ana Mardiah, yang disebut-sebut sebagai oknum pengacara di Pekanbaru.

"Dia (Ana dan kawan kawan,red) masih di Polresta (Padang). Masih pemeriksaan," ungkap Kompol Daeng Rahman, saat dikonfirmasi dari Pekanbaru, Selasa (1/3). Keterangan Daeng Rahman ini sekaligus membantah rumor yang menyebutkan kalau Ana dan kawan kawan sudah tidak berada di Mapolresta Padang.

Kendati begitu, sebut Daeng Rahman, kelimanya belum dilakukan penahanan. Menurutnya, hal tersebut karena Penyidik masih masih melakukan penyelidikan dan pengembangan dalam kasus ini.

"Ini kan masih penyelidikan. Masih pengembangan. Kan masih ada waktu," tegasnya.

Sementara terkait status profesi yang kerap disandangnya, sejumlah organisasi profesi advokat di Pekanbaru, mulai angkat bicara.

Koordinator Pelaksana Tugas DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Pekanbaru, Aziun Asyaari, menegaskan kalau Ana Mardiah tidak pernah terdaftar sebagai advokat di Peradi.

"AM (Ana Mardiah,red) tidak pernah tercatat sebagai anggota advokat di Peradi," tegas Aziun saat dikonfirmasi terpisah.

Lebih jauh, Aziun menegaskan kalau aparat kepolisian harus menindak tegas siapapun yang terlibat dengan penyalahgunaan narkoba. Apalagi jika itu dilakukan oleh penegak hukum termasuk seorang advokat.

"Jika dia pun seorang adovokat, tidak ada hak kekebalan hukumnya," tukas Aziun.

"Kita minta dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, jika dia melakukan tindak pidana," sambungnya.

Terpisah, Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Riau versi Tjoe Tjoe Suhernanto, yakni Monang Pardede, saat dikonfirmasi melalui Sekretaris DPD KAI Riau, Ade Farlin Syamra, menegaskan hal yang sama.

"Saya tidak pernah mengetahui yang bersangkutan (Ana Mardiah,red) sebagai seorang advokat dari KAI," ungkap Ade Farlin yang didampingi Wakil Sekretaris DPD KAI Riau, Paul Markus Siagian.

"Mungkin organisasi (profesi advokat) lainnya juga melakukan pengecekan hal yang sama," lanjutnya.

Lebih lanjut, Ade Farlin Syamra menegaskan jika ia benar merupakan seorang advokat, tentunya akan ditindaktegas berdasarkan aturan organisasi yang ada.

"Kalau ada yang mengaku-ngaku adovakt, apalagi menyebut organisasinya, ini harus ditindak tegas. Saya pribadi sebagai Sekretaris akan melaporkan yang bersangkutan atas pencemaran nama baik organisasi," tegas Ade Farlin Syamra..

Seperti diberitakan, Ana Mardiah (50), anaknya Via (22), sopir Dedek (22) dan dua orang lainnya setelah ditangkap di sebuah rumah di Jalan M Hatta, Ketaping, Pasar Ambacang, Kuranji, Padang, terkait kepemilikan narkoba, Senin (29/2) sekitar pukul 15.15 WIB.
 

Penulis : Dian

Editor     : Nida SanGhary

 

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri