AKBP Guntur Aryo Tejo : Ternyata Aksi Penjulan Satwa Dilindungi Sudah 10 Tahun

Dibaca: 730 kali  Senin,29 Februari 2016 | 17:25:10 WIB
AKBP Guntur Aryo Tejo : Ternyata Aksi Penjulan Satwa Dilindungi Sudah 10 Tahun
Ket Foto : Polda Riau Ekspos pelaku penjualan satwa yang dilindungi
 
PEKANBARU-Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau mengirimkan sampel minyak yang diduga sebagai minyak olahan dari salah satu jenis satwa dilindungi, Kukang, ke laboratorium.
 
Hal ini dilakukan sebagai upaya penyelidikan dugaan perdagangan satwa dilindungi yang sebelumnya diungkap Polda Riau dengan menetapkan tiga orang pedagang sebagai tersangka.
 
"Untuk minyak Kukang, kita belum tahan (tersangkanya). Karena belum ada bukti itu dari Kukang. Hari ini kita kirim ke lab (laboratorium,red), apa betul itu minyak
Kukang," jelas AKBP Ari Rahman Nafarin, selaku Wakil Direktur Reskrimsus Polda Riau, Senin (29/02/16).
 
Sejauh ini, sebut Ari, penyelidik telah memintai keterangan pihak yang diduga sebagai pemilik minyak sejumlah 5 mili liter tersebut. Hasil pemeriksaannya juga
belum dapat diekspos.
 
Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, menjelaskan jika barang bukti 5 mili liter minyak tersebut bisa dijual seharga Rp1,5 juta. "Memang informasinya dalam bentuk minyak oles 5 mili liter itu dihargai Rp1,5 huta. Digunakan untuk kesehatan laki-laki dan kulit," ungkap Guntur.
 
Khusus untuk penyidikan penjualan satwa langka dilindungi, Polda Riau saat ini sedang memburu seorang terduga pemasok primata tersebut ke Provinsi Sumatera Barat. Proses perburuan terhadap pelaku dilakukan hingga ke provinsi tetangga tersebut.
 
Menurut pengakuan para tersangka yang telah diamankan sebelumnya, mereka memerolehnya dari seseorang yang membawanya dari Sumbar."Orang itu masih kita kejar di Sumbar," tegas Guntur.
 
Tiga orang tersangka dalam kasus ini, ZK, FR, dan AR diketahui kesehariannya sudah berjualan di Pasar Palapa Jalan Durian Pekanbaru. Mereka berjualan sudah terhitung sejak lima hingga sepuluh tahun yang lalu.
 
Ketiganya terancam hukuman perdagangan hewan langka, yakni Pasal terkait perniagaan hewan langka, Pasal 21 Jo Pasal 40 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990, tentang konservasi Sumber Daya Alam. "Ancamannya, hukuman 5 tahun penjara, dan denda Rp100 juta," pungkas Guntur.
 
 
Penulis : dian
Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri