Dugaan Korupsi CC Mobil Gubri dan Wagubri

Penyidik Kejari Pekanbaru, Periksa M.Zaini Ismail

Dibaca: 814 kali  Kamis,25 Februari 2016 | 17:18:59 WIB
Penyidik Kejari Pekanbaru, Periksa M.Zaini Ismail
Ket Foto : ilustrasi korupsi
PEKANBARU-Mantan Sekretariat Daerah Provinsi Riau M Zaini Ismail, menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Kamis (25/02/16) terkait kasus dugaan korupsi kelebihan Cilinder atau CC mobil dinas Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau.
 
Zaini diketahui menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.00 WIB, di ruang Jaksa Fungsional Pidana Khusus Kejari Pekanbaru. Sekitar pukul 12.00 WIB, Zaini Ismail
tampak keluar ruang pemeriksaan untuk meninggalkan Kejari Pekanbaru."Hanya dimintai keterangan aja," ungkap Zaini saat hendak memasuki kendaraan yang terparkirkan di halaman Kejari Pekanbaru.
 
Zaini juga mengakui kalau pemeriksaan dirinya terkait kasus dugaan korupsi kelebihan CC dua mobil dinas tersebut. "Iya (kasus tersebut,red)," tukasnya.
 
"Tidak banyak. Sebelas (pertanyaan)," sambung Zaini Ismail seraya memasuki mobilnya dan meninggalkan Kejari Pekanbaru.
 
Usai istirahat selama 2 jam, Zaini kembali menyambangi Kejari Pekanbaru untuk melanjutkan proses pemeriksaan. 
 
"Kalau tidak salah, sampai pukul 16.00 WIB, dia diperiksa. Dia (Zaini Ismail,red) diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus ini," sebut Kepala Seksi Pidana
Khusus Kejari Pekanbaru, Dharma Natal, saat dikonfirmasi, Kamis sore.
 
Lebih lanjut, Dharma menyebut kalau pemeriksaan terhadap Zaini Ismail terkait statusnya sebagai Pengguna Anggaran dalam kegiatan tersebut.
 
Sebelumnya, Penyidik juga telah memanggil Kuasa Pengguna Anggaran dalam kegiatan tersebut, Abdi Haro. Namun, mantan Kepala Biro Perlengkapan Setdaprov Riau tersebut sejatinya diperiksa Rabu (24/2) kemarin. Namun, karena sakit, Penyidik urung memeriksa Abdi Haro.
 
Dalam perjalanan penyidikan kasus ini, sejumlah saksi sudah menjalani pemeriksaan. Meski meyakini adanya dugaan penyimpangan, namun hingga kini Penyidik Pidana Khusus Kejari Pekanbaru belum juga menetapkan pihak yang diduga bertanggungjawab.
 
Seperti diberitakan, Kejari Pekanbaru menaikkan status penyelidikan atas dugaan korupsi pengadaan Mobil Dinas Gubernur dan Mobil Dinas Wakil Gubernur menjadi penyidikan. Peningkatan status tersebut dilakukan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) setelah memastikan adanya pelanggaran pidana dalam pengadaan kedua mobil berjenis Jeep tersebut.
 
Peningkatan proses penyelidikan ke penyidikan dilakukan berdasarkan, Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sprindik Nomor : Print-02/N.4.10/Fd.1/10/2015. 
 
Permintaan keterangan juga telah dilakukan terhadap pihak rekanan yang memenangi tender lelang telah dilakukan penyidik. Perusahaan rekanan pemenang lelang tersebut CV Surya Dinda, dan CV Kana Surya Sejahtera. Keduanya masing-masing memasok mobil jenis Jeep bermerek Toyota Land Cruiser. Kedua kendaraan itu belakangan diketahui memiliki mesin melebihi cilinder yang telah ditentukan sesuai dengan aturan menteri.
 
Pembelian tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2007 tentang, standarisasi sarana dan prasarana kerja pemerintah daerah 
 
Total nilai kedua kendaraan tersebut mencapai lebih dari Rp4 miliar. Kendaraan tersebut telah lunas dibayar kepada kedua perusahaan tersebut. Diketahui, CV Kana Surya Sejahtera melakukan pengadaan mobil dinas Gubernur, dan CV Surya Dinda untuk pengadaan mobil dinas Wakil Gubernur Riau.
 
Kelebihan besaran silider, atau CC masing-masing 300 dan 1.300 cc untuk Kendaraan dinas Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Dalam data audit BPK disebutkan terjadi pemborosan anggaran akibat pengadaan kendaraan tersebut. Pejabat Pembuat Komitmen tidak memperhatikan ketentuan yang berlaku.
 
Dalam rekomendasinya, BPK meminta kepada Gubernur untuk memberikan sanksi kepada Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen.
 
 
Penulis : dian
Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri