Pejabat Palestina kecam pertandingan sepak bola dengan Israel

Dibaca: 405 kali  Selasa,09 September 2014 | 08:37:00 WIB
Pejabat Palestina kecam pertandingan sepak bola dengan Israel
Ket Foto : tes

Merdeka.com - Pejabat terkemuka Palestina mengutuk pertandingan sepak bola baru-baru ini digelar antara pemuda Israel dan Palestina di wilayah Dorot, sebuah kibbutz di selatan Israel, dan menyebut acara koeksistensi itu sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan".

Wakil Sekretaris Komite Sentral Fatah dan Kepala Dewan Tertinggi Palestina untuk Urusan Olahraga dan Pemuda, Jibril Rajoub, mengatakan pertandingan itu sebagai "upaya Israel untuk menutupi kejahatan mereka terhadap atlet-atlet (Palestina)", menurut sebuah laporan dari Pengamat Media Palestina dirilis kemarin, seperti dilansir situs the Times of Israel, Selasa (9/9).

"Setiap kegiatan normalisasi dalam olahraga dengan musuh Zionis adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Rajoub dalam unggahan di Facebook tiga hari lalu.

Pertandingan itu, yang pertama dari serangkaian pertandingan yang direncanakan, diselenggarakan oleh Peres Center for Peace pada 1 September lalu sebagai upaya untuk membangun jembatan antara pemuda Israel dan Palestina, setelah ketegangan musim panas penuh perang dengan Gaza dan Tepi Barat.

Lebih dari 600 anak-anak dari Israel dan wilayah Palestina akan ambil bagian sepanjang tahun di ajang Perdamaian Kembar Sekolah Sepak Bola. Program itu akan menciptakan hubungan "kembar" antara kota-kota di Israel dan Palestina. Kota Sderot dan Dewan Daerah Sha'ar Hanegev, keduanya berada di selatan Israel dekat perbatasan Gaza, merupakan kembaran dengan kota Palestina Yatta, yang terletak di sebelah selatan Hebron di Tepi Barat.

"Saya suka kalau kita bermain bersama seperti ini. Saya berharap suatu hari akan ada perdamaian di antara Arab dan Yahudi dan tidak akan ada lagi perang serta kematian," kata seorang anak laki-laki asal Palestina kepada AFP.

Anggota lain dari Fatah juga menyuarakan sentimen dikemukakan Rajoub dan mengkritik upaya untuk menormalkan hubungan dengan Israel di tengah Operasi Pelindung Tepi, nama kampanye militer Israel selama 50 hari yang dilancarkan terhadap Hamas di Jalur Gaza.

"Penyelenggara (asal Palestina) dari pertandingan ini mengkhianati darah anak-anak Gaza dan para martir, yang belum kering seminggu setelah berakhirnya agresi barbar Israel," ujar anggota Komite Olimpiade Palestina Abd al-Salam Haniyeh di sebuah artikel yang diterbitkan Kamis pekan lalu oleh kantor berita Palestina Sama, menurut Pengamat Media Palestina, pengawas media yang berbasis di Israel.

Haniyeh melanjutkan untuk mendesak agar Rajoub menghukum penyelenggara asal Palestina yang terkait dengan pertandingan itu, yang berasal dari Yatta.

"Segera menginterogasi penyelenggara pertandingan, menetapkan hukuman kepada mereka dan mengadili mereka atas tuduhan pengkhianatan serius terhadap darah para martir (yang tewas dalam konflik Gaza) dan melanggar keputusan dibuat oleh pimpinan komunitas olahraga Palestina," desak Haniyeh.

Tahun lalu, dalam sebuah wawancara dengan TV Palestina, Rajoub mengatakan pertentangannya dalam berpartisipasi di acara olahraga dengan Israel dan mengancam akan memecat siapa saja yang dituduh melakukan hal itu dari Asosiasi Sepak Bola Palestina.

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
indragiri