Tips Enggak Salah Masuk Fakultas Kedokteran

Dibaca: 442 kali  Selasa,09 September 2014 | 15:12:22 WIB
Tips Enggak Salah Masuk Fakultas Kedokteran
Ket Foto :

JAKARTA - Tidak dimungkiri jika Kedokteran menjadi salah satu jurusan kuliah yang selalu banjir peminat. Setiap tahun, animo masyarakat terhadap program studi Kedokteran baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta seakan tidak pernah sepi.
 
Meski demikian, calon mahasiswa harus bijak dalam memilih perguruan tinggi untuk melanjutkan pendidikan kedokteran. Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Tri Hanggono menilai, rasionalitas sangat dibutuhkan ketika mereka ingin menentukan pilihan.
 
"Berpikir rasional dan memahami regulasi. Cari informasi, akreditasi fakultas dan kampus yang bersangkutan serta daya tampung ideal di fakultas tersebut. Karena masih sedikit orang yang tahu peraturan tentang standar sebuah fakultas kedokteran yang baik," kata Tri ketika berbincang dengan Okezone, Jumat (5/9/2014).
 
Menurut Tri, keberadaan fakultas kedokteran yang tidak memenuhi standar atau abal-abal juga merupakan tanggung jawab masyarakat. Mereka, lanjutnya, harus lebih teliti saat memilih tempat kuliah bukan hanya asal masuk dan terdaftar sebagai mahasiswa Kedokteran.
 
"Masyarakat ikut tanggung jawab. Jangan asal masuk fakultas kedokteran. Ternyata mutu tidak baik kemudian tidak lulus terus demo. Harusnya mereka berpikir secara rasional, seleksi masuk kedokteran kok ringan sekali? Sekolah bagus itu masuknya pasti susah. Keluarnya juga susah karena harus berkualitas," ungkapnya.

Ke depan, tambahnya, perguruan tinggi akan mempublikasi jumlah lulusan mereka yang lolos dalam uji kompetensi mahasiswa program profesi dokter. Hasil tersebut dapat menjadi salah satu tolok ukur masyarakat untuk menilai kualitas pendidikan fakultas kedokteran tersebut.
 
"Ke depan, kami akan mengumumkan hasil uji kompetensi FK. Kalau prosentase lulusan tidak tinggi, ya bisa dinilai sendiri bagaimana kualitas pendidikan di kampus tersebut. Menghasilkan dokter berkualitas itu tidak mudah. Ada tanggung jawab yang harus dipikul oleh perguruan tinggi," tutup Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) itu. (rhs)

Akses Halobisnis.com Via Mobile m.halobisnis.com
Berita Terkait
Tulis Komentar
Berita Terkini
+ Indeks
indragiri